Perawatan Mesin

Pelumas

  1. Gunakan oli berkualitas dari merek terpercaya, kualitas oli mesin sangat menentukan keawetan mesin
  2. Perhatikan angka Viscosity Index-nya (VI), oli dg. angka VI tinggi (VI > 150), bagus untuk performance, tetapi angka VI hanya bisa dilihat di website produsen oli
  3. Oli Semi Synthetic (blended) atau Mineral ganti setiap 4.000 – 5.000 km, jangan campur merek & type berbeda
  4. Oli Fully Synthetic ganti setiap 7.000 – 10.000 km,
  5. Biasakan mengganti oli berikut filternya
  6. TIDAK dianjurkan menambahkan Oil Additive, KECUALI yang bersifat “slow sludge remover” seperti Wynn’s Tune Up Treatment Concentrate, yg. membersihkan Oil Pump, saluran pelumas, HLA (Hydraulic Lash Adjuster), Valve Stem (batang klep) & Piston Rings
  7. Oli mesin diesel dg. Kode API Service Cx-Sx

Tune Up 1

  1. Bersihan filter udara setiap bulan, agar Air Flow Sensor & Servo Idle Control awet, ganti filter udara setiap tahun
  2. Ganti busi setiap tahun, beberapa mobil membutuhkan busi berhambatan ( R ), gunakan busi standard saja
  3. Periksa kondisi, rotor & tutup distributor (tipe dengan distributor) & kabel busi, gunakan kabel standard saja
  4. Fuel System / Injector Cleaner berkualitas spt. dari Redline atau Bull One Shot dg. isi BBM penuh setiap 6 bulan, utk. mesin bensin & diesel
  5. Khusus mesin bensin, lakukan pembersihan carbon tiap tahun, lakukan tepat sebelum mengganti oli mesin
  6. Ganti Fuel Filter setiap 2 – 3 tahun
  7. Kuras Fuel Tank & ganti Filter Fuel Pump setiap 5 tahun
  8. Utk. mesin injection, Over Haul & bersihkan Injectors setiap 6 – 8 tahun, ganti O-Ring Kit-nya

Tune Up 2

  1. Untuk mesin injeksi, lakukan diagnostic dengan Multi Use Tester (MUT) utk. check sensor, setahun sekali
  2. Untuk mesin injeksi, periksa kondisi O-Ring Idle Screw
  3. Untuk mesin injeksi, periksa kebersihan Throttle Body
  4. Periksa saluran breather hose & katup PCV
  5. Pekerjaan Engine Tune Up, sebaiknya satu jalan dg. ganti busi, filter udara, filter BBM & diagnostic. Ganti pula gasket rocker cover (tutup klep) & gasket spark plug hole, oli bisa rembes di sini
  6. Periksa kondisi hose tekanan tinggi dari fuel pump
  7. Untuk mesin diesel : rutin bersihkan & ganti filter udara, rutin ganti fuel filter & periksa water separator
  8. Periksa Engine Mounting, jika rusak salah satu gantilah semuanya atau minimal berseberangan, jika mengganti hanya satu, mounting baru akan aus lebih cepat

Timing Belt

  1. Untuk kondisi Indonesia, ganti Timing Belt setiap 50.000–80.000 km, lengkap dengan auto tensioner (tipe dg. auto tensioner), balancer belt (type dg. balancer)
  2. Saat ganti Timing belt, sekali jalan ganti Oilseal Crankshaft Front & Oilseal Camshaft
  3. Ganti Rollers setiap 2 kali penggantian timing belt
  4. Ganti pula Belt Alternator, P/S & A/C, saat ganti T/Belt
  5. Umur Water Pump biasanya 2 kali penggantian timing belt, penggantian sekali jalan dg. ganti timing belt
  6. Jika mobil sudah berumur 10 tahun, ganti Pulley Damper yang memutar A/C, Alternator & Power Steering Pump
  7. Periksa Rollers pengencang Belt Alternator, P/S & A/C, jika bearing-nya aus dapat merusak belt atau bunyi
  8. Periksa kondisi tutup timing belt, jangan sampai kotoran masuk

idmoc.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: