Waspadai Pemicu Boros BBM

Jangan keburu memutuskan membeli alat penghemat BBM jika perilaku mengemudi Anda belum benar. Mau yang harganya jutaan rupiah atau barang impor sekalipun tetap saja kurang bermanfaat. Sebab secanggih apapun teknologi mobil ditambah alat penghemat bensin yang mahal, jika tidak dibarengi perilaku mengemudi benar maka tetap akan sulit mendapatkan hasil pemakaian bahan bakar yang efisien.

Menurut Dodi Budiono, instruktur Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC) yang ditemui saat pelatihan defensive driving di Pulo Mas, Jaktim, mengatakan bahwa untuk hemat BBM pada sebuah kendaraan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Pengemudi juga harus memahami bagaimana cara berperilaku dalam mengemudi agar kendaraan tidak boros bensin.

Adapun kesalahan utama pengemudi yang tanpa disadari bikin mobil jadi boros BBM adalah sebagai berikut :

1. Saat memanaskan kendaraan
Pengemudi sering meninggalkan kendaraan dengan mesin menyala dalam rentang waktu yang lama. Sebaiknya maksimal sekitar 5 menit. Jika ditingal dalam waktu yang lama, misal pada kondisi jalan macet atau lampu merah yang menyala terlalu lama lebih baik mesin kendaraan dimatikan. Karena dalam kondisi mesin menyala (meski kondisi diam), mesin juga menggunakan bahan bakar yang lebih, apalagi ditambah dengan menggunakan AC.

2. Menekan pedal gas melebihi 5000 rpm dalam waktu yang lama dan tidak segera mengoper gigi

Perlu diketahui bahwa putaran mesin ideal untuk mengendara dengan ekonomis adalah pada range 2500 rpm hingga 2800 rpm pada mesin bensin. Jika terlalu lama mengangkat gas pada putaran 5000 rpm ke atas, tentunya mengakibatkan mesin menjadi boros.

Selain itu juga membuat part mesin cepat aus karena bekerja dengan keras. Ada baiknya jika segera memindahkan tuas transmisi agar beban kerja mesin tidak terlalu besar, juga menjaga agar rpm tetap berada pada putaran yang ideal.

3. Sering membuat akselerasi-akselerasi tinggi dan perlambatan dengan engine brake yang sangat cepat

Jika tidak diperlukan untuk melakukan akselerasi yang cepat, sebaiknya tidak usah melakukan hal itu. Karena konsumsi bahan bakar saat melakukan akselerasi juga sangat berpengaruh.

Melakukan perlambatan dengan engine brake juga tetap harus dijaga. Apalagi jika mobil Anda masih menggunakan sistem karburator. Karena konsumsi bahan bakar saat engine brake dan akselerasi tetap sama. Kecuali pada mobil diatas tahun 2000 yang rata-rata telah menggunakan engine cut off.

4. Membuka jendela mobil ketika AC sedang beroperasi
Sering melakukan pengecekan pada jendela kendaraan. Jangan sampai terdapat jendela yang terbuka, karena itu dapat membuat beban kerja AC menjadi lebih berat.

5. Cara membelokkan kendaraan pada kondisi jalan berliku, sangat ekstrim
Perlu diketahui sebelum masuk kejalan berliku, sebaiknya mengetahui kecepatan dan arah lintasan. Pandang jauh kedepan, lakukan perlambatan dengan halus dan gunakan teknik menikung dengan melebar–mengecil–melebar, jika memungkinkan. Dengan demikian reduksi rotasi pada roda lebih kecil dan kinerja mesin jadi lebih ringan.

otomotifnet.com

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: