Mesin `Ngempos` Mendadak

Apa jadinya bila tiba-tiba mesin tak bertenaga saat meluncur di jalur cepat? Akibatnya bisa sangat mengerikan. Kendaraan bisa diseruduk mobil lain yang tengah melaju kencang. Hal ini nyaris terjadi pada Edi Prabowo. Beruntung, ia cakap mengendalikan keadaan. Panther yang tengah ia kemudikan pelan-pelan diarahkan ke tepi. Ia dan kedua mertuanya yang saat kejadian tengah melintas di Tol Cikampek selamat.

`Heran. Tiba-tiba mesin kosong. Rasanya, seperti tali gas putus,` kata Edi yang saat kejadian tengah melaju dengan kecepatan 90-100 km/jam. Ia sempat kaget. Sebab, kendati pedal gas diinjak sedalam-dalamnya mesin tak bertenaga. Putaran roda pun makin lambat. `Saya cek, tali gas normal-normal saja,` katanya.

Rencananya, pagi itu Edi hendak mengantarkan bapak dan ibu mertuanya ke sebuah rumah sakit di Cikampek. Begitu melintas di KM9 Tol Cikampek, peristiwa itu terjadi. Terpaksa, kedua mertuanya melanjutkan perjalanan dengan taxi. Sementara, karyawan yang bekerja di bagian IT sebuah media di ibukota ini menghubungi Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld.

Beberapa waktu kemudian agen ERA datang. Edi tak cemas terlalu lama. Sebab, setelah beberapa saat diutak-atik, mobil pun bisa bekerja seperti biasa. `Menurut orang ERA, masalahnya ada di electric injector,` kata Edi.

Memang, menurut Suwarno, Technical and Training staf ERA, masalah yang dialami customer ini terletak di bagian electric injector, sebuah perangkat yang berperan amat penting dalam penyaluran suplai bahan bakar ke mesin. Fungsinya mirip seperti sebuah `gerbang`. Alat ini yang membuka dan menutup aliran solar dari tangki menuju pompa injeksi.

Karena perangkat ini rusak, kiriman bahan bakar pun terganggu. `Pada kasus di atas, posisinya menutup terus sehingga kiriman solar macet. Otomatis tidak ada solar yang disemprotkan ke dapur pacu,` kata Suwarno.

`Rasanya memang mirip dengan tali gas putus.` Hanya, menurutnya, kalau tali gas putus, bila pedal gas diinjak suara mesin tetap sama. Tidak naik maupun turun. Sementara pada kasus Edi ini, saat pedal gas diinjak, suara mesin bisa naik dan turun. Tapi terasa tidak ada tenaga, atau `ngempos`.

Dalam bahasa teknis bengkel, gerbang tadi lebih dikenal dengan sebutan solenoid fuel cut off. Komponen inilah yang diutak-atik agen ERA saat menangani kasus Panther Edi. `Seal-nya (karet perapat) dilepas. Sehingga gerbang terbuka terus dan solar mengalir,` kata Suwarno. Setelah itu, untuk sementara mobil bisa berjalan. `Ini sebagai penanganan pertama. Sekadar membuat mobil bisa berjalan.`

Efek dari seal yang dilepas, yang berarti bahan bakar mengalir terus, membuat mesin tidak bisa dimatikan secara normal. Mematikannya harus dengan cara yang agak kasar. Yaitu, dengan mengubah persneling ke gigi yang lebih tinggi, setelah itu menginjak pedal rem secara mendadak. Mesin akan mati akibat beban kendaraan yang berlebihan.

Dengan cara ini Edi menggerakkan mobilnya menuju bengkel. Di bengkel, solenoid yang masih terpasang di Panther keluaran tahun 1991 miliknya diganti dengan yang baru.

Seperti perangkat-perangkat yang lain, solenoid tentu juga bisa rusak. Secara umum, ada dua penyebab utama kerusakan komponen ini. Pertama, karena faktor usia. Kedua, karena kurangnya perawatan pada sistem bahan bakar.

Sayangnya, gejala kerusakan solenoid sulit dideteksi sebelumnya. Sehingga pengendara baru mengetahui kerusakan pada saat muncul masalah. Kendati begitu, usaha untuk mengurangi kerusakan bisa dilakukan diantaranya dengan perawatan rutin.

Misalnya, dengan cara mengganti filter solar secara periodik. Biasanya, setiap 10.000 km. Dan, melakukan kalibrasi bosch pump (pompa injeksi). Dengan kalibrasi ini, kotoran pada komponen pompa injeksi akan dibersihkan dan disetel ulang sesuai standar yang telah ditentukan.

Jangan lupa, hati-hati dalam memilih solar. Sebaiknya kualitas solar diperhatikan. Karena, seperti disebutkan di atas, kotoran atau kandungan air pada solar bisa merusak kerja solenoid, dan sistem bahan bakar.

Astraworld.com

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: