Siapa yang berjalan paling efisien ?

Mereka adalah para wanita di pedalaman Afrika, yang mesti mengangkat beban berat di atas kepalanya. Beban itu membuat mereka memodifikasi gaya berjalan hingga – dengan sebuah cara – menjadi lebih hemat energi, lebih sedikit menegangkan otot dan memungkinkan memikul beban lebih berat dengan lebih lama.

Rahasia berjalan para perempuan itu terletak pada cara tubuh memindahkan energi antara setengah langkah bagian pertama dan setengah langkah bagian kedua. Tahukah Anda ? Kebanyakan orang berjalan tidak efisien, hanya memanfaatkan 65 persen energi yang diambil. Sebanyak 35 persen energi hilang untuk menggerakkan otot yang tak perlu.

  1. Setengah langkah bagian pertama Pusat berat tubuh… naik sedikit pada setengah langkah, gerak maju melambat; energi kinetik turun. Ketika gerak laju melambat, energi kinetik berubah menjadi energi potensial, yang terus meningkat seiiring menurunnya energi kinetik.
  2. Setengah langkah bagian kedua Energi potensial berubah kembali menjadi energi kinetik, bersamaan dengan bergeraknya pusat berat tubuh ke bawah. Kuncinya adalah beban di atas kepala Beban di kepala tanpa disadari meningkatkan transfer energi hingga 80 persen atau lebih, membebaskan otot-otot untuk mengangkat beban. Tanpa beban di kepala, efisiensi itu tak dicapai karena jumlah penurunan energi potensial pada setengah langkah bagian kedua tak sebanding dengan peningkatan energi kinetik, yang terjadi karena tubuh tak segera maju ke depan, menyebabkan kehilangan sejumlah energi.

korantempo.com

%d bloggers like this: