Makanan Anak Pengaruhi Masa Depannya

Studi jangka panjang menunjukkan bahwa anak-anak Guatemala yang diberi makanan berprotein tinggi sejak mereka mulai belajar berjalan, fungsi psikologis dan status pekerjaan mereka meningkat bertahun-tahun kemudian

Diet nutrisi di awal masa kanak-kanak memberikan perkembangan akhir yang mungkin tidak terlihat nyata hingga mereka dewasa, menurut studi jangka panjang dari anak pedesaan Guatemala yang diumumkan Juli 2008.

Selama 8 tahun sejak 1969, sebuah percobaan dilakukan di 4 desa yang berlokasi di sebelah timur laut dataran tinggi Guatemala dimana ratusan penduduk desa diberi makanan kaya protein, bubur manis, sementara yang lain diberi minuman bergula tanpa nutrisi yang berarti.

Tiga dasa warsa berikutnya, banyak anak dengan usia 2 tahun atau dibawahnya dan saat ini telah dewasa, diuji kemampuan membaca dan ketrampilan nonverbalnya seperti pengenalan pola.

“Pengaruh pemberian nutrisi yang lebih baik dalam dua tahun pertama hidupnya berdampak pada performa hasil percobaan yang secara kasar setara dengan pengaruh yang terjadi selama penambahan umur masa sekolah,” kata peneliti Aryeh Stein dari Emory University di Atlanta.

Secara keseluruhan, anak-anak Guatemala rata-rata bersekolah selama 4 tahun, tetapi mereka yang makan bubur nutrisi, rata-rata mengikuti sekolah setengah tahun lebih lama dibandingkan mereka yang mendapatkan minuman yang diberi pemanis.

Rata-rata anak perempuan mampu bersekolah sekitar satu tahun lebih lama. Mereka yang mengonsumsi bubur juga rata-rata lebih tinggi sekitar 0,8 inchi.

Suatu studi serupa yang dipublikasikan pada Februari menemukan bahwa bubur bernutrisi yang diberikan pada anak lelaki Guatemala berusia 3 tahun dan dibawahnya, mendapatkan keuntungan bertahun-tahun kemudian, dengan penghasilan per jam mereka saat dewasa 46 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak mendapatkan diet protein.

Keuntungan pengembangan dari diet nutrisi nampaknya mendorong para orang tua untuk mengirimkan mereka ke sekolah yang lebih lama, kata Stein.

Hal itu juga mungkin telah membantu perkembangan anak-anak muda untuk lebih berinteraksi dengan lingkungan mereka dan, kemudian, memiliki kemampuan lebih untuk menyerap apa yang telah ditawarkan sekolah.

Dimungkinkan juga bahwa nutrisi yang telah diberikan, mendorong perkembangan fisik otak mereka, tetapi peneliti tidak memiliki bukti mengenai hal tersebut.

Di sekitar waktu yang sama, sedikitnya ada tiga percobaan serupa yang berlangsung di Kolombia, Taiwan, dan diantara penduduk miskin New York yang dievaluasi keuntungankeuntungan nutrisi dan intervensi lain pada perkembangan anak.

“Studi kami, seperti studi lainnya memiliki bukti kemanjuran dampak yang terbatas dari nutrisi dalam jangka pendek,” lanjut Stein.

“Namun saat ini kita sedang melihatnya… Hal itu membutuhkan waktu perkembangan yang lebih lama. Anda harus memiliki anak yang melalui masa sekolah dahulu untuk melihat perbedaannya.”

Pada saat itu, para peneliti berdebat apakah etis memberi protein pada sebagian penduduk desa sementara menjatuhkan yang lain. Saat ini, keberatan atas studi itu boleh jadi karena minuman yang mengandung gula dapat mendorong ke arah obesitas atau permasalahan lain, tutup Stein. [Reuters

hidayatullah.com

%d bloggers like this: