LED, plus-minus

LED makin banyak dipakai karena komponen optikal ini meningkatkan keamanan dan menarik secara disain. Penetrasi LED untuk aplikasi di interior mobil sudah signifikan, kini peluang lebih bersinar menunggu.

LED (light emitting diode) makin banyak dipakai di mobil karena komponen optikal ini meningkatkan keamanan dan menarik secara disain. Penetrasi pasar LED standar untuk aplikasi di interior mobil sudah signifikan, dan kini peluang yang lebih besar, lebih bersinar telah menunggu, lampu belakang (rear combination lamp) dan lampu depan (headlamp termasuk didalamnya headlight, low beams, turning lights,sidelights dan daytime light). Riset masih berlangsug yang targetnya peningkatan peforma dan penurunan harga,demikian Eric Mounier dari Yole Développement.

Plus minus

Konsumsi energi listrik rendah dan umur pakai panjang jadi kelebihan utama LED. Contohnya, biasanya umur pakai LED mencapai 10,000jam, bandingkan dengan low-beam konvensional, 3000jam. Ukurannya kecil, bagi disainer berarti flesibilitas dalam proses perancangannya -nilai lebih lainnya. LED menyala lebih cepat dari lampu bohlam konvensional, sekitar 250ms lebih cepat. Artinya, bila lampu rem menyala lebih cepat, pengemudi dibelakang mendapat informasi lebih cepat untuk bereaksi. Pada mobil dengan kecepatan 100km/jam, yang mengikuti mobil dengan LED, jarak pengeremannya bisa berkurang 7m.

Bagaimanapun LED masih punya kekurangan. Yang paling krusial, LED tidak menghasilkan cukup lumen (satuan cahaya) per watt bila dipakai untuk lampu eksterior, sementara LED putih dan biru high-brightness (HB) sangat mahal harganya hingga sulit menembut pasar. Juga suhu operasi LED harus dibawah 100 derajad Celcius, yang terlalu rendah untuk ukuran mobil, dan jauh dibawah suhu operasi lampu bohlam konvensional yang mencapai 200 derajad Celcius.

Menurut Optoelectronics Industry Development Association, baru pada 2010, cost-to-performance ratio akan berada pada level 10$/kilo lumen, yang disyaratkan produsen mobil. Kalangan industi otomotif lebih optimis. Kalangan industri mengklaim headlamp membutuhkan 15 – 50 LED untuk agar berfungsi sebagaimana mestinya. Lampu itu juga harus bisa menghasilkan low beam dan high beam yang menghasilkan cahaya seterang 350 lumen dan 1000 lumen.

Regulasil industri saat ini juga jadi batu sandungan lain. Saat ini baru USA yang mengijinkan penggunaan LED untuk lampu depan. Meskipun demikian, Jepang dan Eropa segera menyusul. Eropa diperkirakan mengijinkan low beam berbasis LED pada 2007. Audi jadi pionir dengan memperkenalkan Audi A8 dengan lampu depan tersusun dari lima Luxeon LED yang menghasilkan total output 350lm, cukup terang untuk daytime light, tapi tidak cukup terang untuk low dan high beam.

Pas untuk lampu belakang

LED pas digunakan untuk lampu belakang, seperti center high-mounted stop lamps (CHMLs) dan lampu kombinasi belakang berbasis LED (LED-RCLs) yang terdiri dari lampu rem, lampu indikator dan lampu mundur. Saat ini, penggunaan HB-LED untuk lampu belakang meningkat cepat dan sudah diaplikasikan pada sekitar 18% mobil buatan Eropa, termasuk BMW Seri 7. Aplikasi CHMLs mulai era 90-an dan diperkirakan pada 2010, separuh mobil sudah menggunakan LED untuk lampu rem itu. Tahun ini Hella memasarkan rear combination lamps yang seluruhnya LED. Diperkirakan dalam lima tahun kedepan, 10% mobil sudah dilengkapi LED-RCLs.

Kelambanan ini menuntut semua pihak untuk bekerjasama mengembangkan HB-LED. Langkah Audi meluncurkan mobil pertamanya yang menggunakan lampu daytime berbasis LED (Audi Allroad concept), diharapkan bisa memberi inspirasi produsen lain untuk meneliti potensi sumber cahaya ini. LED sudah banyak digunakan di lampu belakang, khususnya mobil mewah dan diperkirakan dalam waktu dekat ini, LED juga akan dipakai dimobil-mobil yang lebih terjangkau.

Mobilku.com

%d bloggers like this: