Menghemat BBM dan Menekan Emisi

Sejak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melonjak, berbagai upaya dilakukan untuk menekan penggunaannya. Ini demi penghematan tentu saja. Di antara produk teknologi yang dipamerkan di ajang Pameran Produksi Indonesia (PPI) di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta 7-15 Agustus ini, ada satu alat yang dapat menghemat BBM.

Aplikasi unggulan tersebut adalah Electronic Fuel Treatment (EFT), sebuah alat untuk meningkatkan sifat bahan bakar menjadi lebih efisien pada berbagai kendaraan bermotor. Kinerja alat ini menggunakan prinsip Electrical Magnetic Resonance. Yang dimaksud dengan resonansi magentik adalah teknik penyerapan frekuensi radio atau radiasi gelombang mikro oleh sejumlah atom dalam bidang bermagnet. Pola penyerapan ini menghasilkan struktur molekul yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.

Dengan EFT, BBM jenis solar maupun bensin yang menuju ke sistem saluran karburator atau injeksi akan diresonansikan secara elektris. Dengan cara ini, terbentuklah molekul-molekul BBM dengan tingkat lebih besar dibanding sebelumnya. Dengan demikian, EFT menghasilkan kalori BBM yang lebih sempurna.

“Di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), EFT dikembangkan dengan metode resonansi magnit,” ungkap Kepala LIPI Prof Oemar Anggara Djenie kepada pers di Jakarta baru-baru ini. Saat ini, EFT juga tengah dikembangkan di genset PLN dalam skala besar.

Sementara itu, Ir Hariyadi, peneliti Balai Pengembangan Instrumental LIPI, menjelaskan bahwa EFT mampu menekan penggunaan BBM sampai 25 persen. Bukan berarti teknologi ini bebas dari kekurangan sama sekali. “Sistem pengisian baterai yang tidak stabil dapat mempengaruhi kinerja EFT,” jelasnya.

Tekan Emisi

EFT dapat meningkatkan sifat bahan bakar pada berbagai kendaraan bermotor. Selain itu, alat ini juga mengurangi getaran mesin, menekan emisi gas buang, meminimalkan pemeliharaan sistem karburasi, serta mencegah timbulnya kerak pada ruang bakar.

Kendaraan beroda dua yang baru pertama kali menggunakan EFT akan menjadi terlalu kotor, terutama jika kendaraan tersebut sudah lama tidak menjalani turun mesin.

Awalnya mesin akan terasa berat dan jalan tersendat-sendat. Ini tidak perlu dikawatirkan sebab ini justru pertanda bahwa EFT bekerja secara efektif melarutkan kotoran. Kalau itu terjadi disarankan untuk melakukan penyaringan mesin dengan cara membersihkan karburator. Bila perlu mesin di-tune up ulang. Selanjutkan, EFT akan mencegah terjadinya endapan kotoran karburator.

Selain itu, EFT juga dapat memberi informasi mengenai tingkat emisi gas buang dari knalpot. Misalnya, data analisis karbondioksida dan karbon hidroksida. Setelah knalpot diperiksa kemudian alat dipasang, kita akan mendapatkan hasil berbeda.

Merry Magdalena / sinarharapan.co.id

%d bloggers like this: