Lima tips mengemudi saat hujan

Musim penghujan hampir tiba. Kemungkinan saat pemudik kembali ke Jakarta, hujan mulai mengguyur. Dalam kondisi jalan basah karena hujan, jarak pengereman bisa dua kali lebih panjang dibandingkan pada kondisi kering, seperti diungkapkan Cooper Tire & Rubber Company Europe. Di contohkan, mobil yang melaju dengan kecepatan 80km/jam, pengereman hingga berhenti butuh jarak 53m pada kondisi kering, dan naik dua kali lipat pada kondisi basah jadi 106m.

“Sayangnya, hanya sedikit yang mengubah gaya mengemudinya untuk mengakomodasi kondisi yang lebih berbahaya itu,” kata Malcolm Jones, Product Planning Manager, Cooper Europe.

Untuk mengurangi resiko kecelakaan Cooper Europe membagi lima tips untuk mengemudi di saat hujan.

  1. Periksa tekanan ban, ban yang kurang angin lebih cepat aus, menyebabkan aquaplaning (ban kehilangan cengkraman karena lapisan air), dan handling yang tak terduga.
  2. Periksa tapak ban. Ban yang aus akan menambah jarak pengereman secara signifikan.
  3. Kecepatan rendah dan jaga jarak aman dengan mobil di depan
  4. Bila kemudi mulai tidak responsif, ini pertanda mungkin anda melaju terlalu cepat untuk kondisi tapak ban saat itu. Pelan-pelan turunkan kecepatan.
  5. Pastikan pembersih kaca depan cukup. Semprotan air kotor dari mobil didepan akan mengotori kaca dan menggaggu daya pandang. (R7d)

Mobilku.com

%d bloggers like this: