Memahami Hadits: “Sejajarkan Bahu Dengan Mata Kaki”

Penulis: Asy-Syaikh Muqbil Al Wadi’i -Rahimahullah

Pertanyaan 20: Hadist “Sejajarkan antara bahu dan mata kaki” anda mengatakan bahwa mensejajarkan disini artinya adalah menautkannya, bagaimana kita memahami hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang lain, bahwa beliau apabila bertakbir menjadikan kedua tangannya sejajar dengan bahunya?

Jawab; Mensejajarkan di sini (pada saat bertakbir –penerj) adalah mengangkat bukan menautkannya. Dan mensejajarkan bisa berarti menautkan bukan dari lafal “sejajarkanlah” akan tetapi dari lafal “mata kaki dengan mata kaki” seperti inilah datangnya. Begitu pula sabdanya, “Sesungguhnya saya melihat syaithan menempati saf-saf yang rengggang” dan (sabdanya -penerj) “Jangan buat celah untuk syaithan” atau sabdanya yang semakna dengan ini.

Adapun mengangkat tangan di saat takbir, datang berita mensejajarkannya dengan bahu, atau anak telinga, dua-duanya ada sumbernya, dan ini di antara keragaman (yang dibolehkan) dalam ibadah.

Ash-Shan’ani dalam Subulus Salam berkata, “Apabila kamu angkat kedua tanganmu sejajar dengan bahu maka ujung-ujung jarimu akan berada tepat di bawah anak telinga”, beliau katakan demikian dalam rangka menyatukan antara riwayat-riwayat yang ada.

Sumber :Ijabatus Sa’il
ahlussunnah-jakarta.com

Advertisements
%d bloggers like this: