Seputar Anoreksia

Kultur budaya pop yang kerap menyuguhkan selebritis bertubuh langsing atau proporsional kerap menjadi sosok yang ingin ditiru oleh sebagian besar masyarakat.

Ini membuat mereka menghalalkan segala cara untuk memperoleh tubuh bak idolanya. Seakan terobsesi, diet ketat saja dirasa tak cukup sehingga timbul suatu penyakit yang membawa mereka pada fenomena Anoreksia Nervosa.

Anoreksia biasanya menyerang kaum muda terutama para gadis yang terobsesi untuk memiliki tubuh yang langsing. Tetapi terkadang ditemui pula kasus Anoreksia pada remaja lelaki maupun orang dewasa, pria dan wanita. Pada dasarnya Anoreksia merupakan suatu penyakit yang berawal dari suatu obsesi untuk menjadi langsing atau kurus.

Ada semacam ketakutan bagi mereka yang mengidap penyakit ini untuk memiliki tubuh gemuk. Sehingga meskipun mereka telah memiliki tubuh kurus namun tak akan pernah merasa puas untuk berusaha menjadi lebih kurus lagi. Oleh karenanya, Anoreksia bukan hanya menyangkut masalah pola makan dan berat badan, tapi juga menyangkut masalah emosional si penderita.

Masyarakat awam banyak yang belum dapat membedakan antara Anoreksia dengan Bulimia. Bagi beberapa orang, mereka menganggap kedua hal tersebut sama. Seseorang yang terkena Anoreksia, biasanya membuat kondisi dirinya sendiri dalam keadaan selalu lapar, sengaja menghindari makanan tinggi kalori serta rajin olahraga dengan intensitas yang cukup tinggi.

Sedangkan seseorang yang mengidap Bulimia, mengkonsumsi makanan yang cukup banyak tapi kemudian memuntahkannya kembali atau sengaja mengkonsumsi obat-obatan untuk mempertahankan berat badannya. Dan biasanya pengidap Bulimia takkan kekurangan berat badan secara drastis seperti halnya yang terjadi pada pengidap Anoreksia.

Penyebab Anoreksia belum diketahui secara pasti. Menurut familydoctor.org, pengidap Anoreksia akan merasa bahagia dan lebih sukses jika mereka berhasil menurunkan berat badannya sehingga menjadi lebih langsing. Pada umumnya, mereka yang terkena penyakit Anoreksia merupakan orang-orang yang dalam posisi karir sukses, namun mereka selalu menganggap bahwa segalanya belum sesempurna seperti yang diinginkannya. Dan akan menyalahkan dirinya sendiri jika dirinya belum sesempurna yang diinginkan itu.

Para gadis yang mengidap Anoreksia, akan memiliki konsekuensi yang cukup besar dan membahayakan kondisi tubuhnya. Anak gadis tersebut akan berhenti mengalami masa-masa menstruasi, ini jelas mengganggu metabolismenya. Bagi orang yang mengidap Anoreksia, kulitnya akan kehilangan kelembaban atau kering dan rambut pun semakin menipis. Resiko lainnya adalah adanya kemungkinan timbulnya kutil rambut di sekujur tubuhnya, selalu merasa kedinginan serta mudah terserang penyakit. Secara psikis, mereka akan terlihat sering emosi atau mudah marah.

Tak benar jika pengidap Anoreksia tak pernah merasakan lapar, sebenarnya mereka selalu merasa lapar. Namun keinginan serta pikiran emosional mereka kontra dengan rasa laparnya, sehingga ketika merasa lapar mereka akan berpikir bahwa jika makan maka berat badannya akan segera naik. Resiko yang paling membahayakan bagi para pengidap Anoreksia adalah kematian akibat kelaparan.

Pengobatan penyakit Anoreksia ini cukup sulit karena mereka beranggapan tak ada yang salah dalam diri mereka. Untuk pengidap yang terindikasi kurang dari 6 bulan, tak perlu dirawat secara khusus di rumah sakit, hanya butuh perhatian, kasih sayang serta perawatan dari keluarga maupun rekan terdekat. Untuk pengidap Anoreksia yang lebih serius, harus dibawah bimbingan dokter yang khusus menanganinya serta mengganti pola makannya dan mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter agar dapat pulih seperti sedia kala kembali.

keluargasehat.com

%d bloggers like this: