Hubungan yang Hilang Tentang Asal Mula Komet

Sebuah tim ilmuwan internasional termasuk astronom Brett Gladman dari Universitas British Columbia, telah menemukan obyek yang tidak biasa, yang membelakangi dan terbalik disekitar matahari (yang bisa jadi) menunjukkan adanya sebuah komet.

Dalam satu-satunya penemuan pertama di bidang ini, peneliti dari Kanada, Perancis, dan Amerika Serikat telah menemukan obyek yang orbitnya membelakangi matahari dan miring pada sudut 104 derajat yang nyaris tegak lurus dengan orbit suatu planet.

“Komet tipe demikian tidak dibentuk secara alami setelah pembentukan planet, khususnya planet dengan derajat kemiringan orbit yang tinggi,” tutur Prof. Gladman. “Penemuan ini akhirnya menunjukkan bagaimana mereka bertransisi dari Awan Oort menjadi obyek seperti komet Halley.”

Terdiri atas batu ber-es, 2008 KV42 disebut sebagai obyek “trans-Neptunian” karena jejak orbitnya lebih besar daripada Neptunus. Obyek itu, secara kasar, sepanjang 50 kilometer dan 35 kali lebih jauh daripada bumi dan matahari.

Orbit dari obyek seperti ini di wilayah jauh di belakang orbit Neptunus telah memberikan suatu pandangan baru tentang sejarah awal tata surya kita, kata Gladman, yang juga mengajar di Departemen Fisika dan Astronomi dan menyandang gelar Canada Research Chair dalam Planetary Astronomy.

Tim international juga telah mengantongi target-target lain untuk menemukan lagi obyek lain dengan derajat kemiringan orbit tinggi. Penemuan mereka dibuat dengan memakai teleskop Kanada-Perancis-Hawaii di Hawaii, yang diikuti pula dengan observasi dari teleskop MMT di Arizona, Teleskop 4 meter dari Cerro Tololo Inter-American Observatory (CTIO) di Chile, dan juga teleskop Gemini South, yang juga berada di Chili, dengan Kanada sebagai partner.

“Memiliki akses cepat ke MMT dan Gemini South Telescopes, dan banyaknya dukungan dari observer dan director, adalah sangat penting di sini. Dengan adanya orbit yang tinggi dan tidak biasa ini, obyek ini akan hilang tak terlacak tanpa bantuan dari teleskop-teleskop besar ini,” kata Gladman.

Tim penemu saat ini telah melakukan observasi lanjutan pada 2008 KV42 untuk mengunci orbitnya dalam tingkat presisi yang lebih tinggi lagi. Kemudian baru mereka mulai mengungkap informasi arkeologis yang terjebak dalam orbit anggota populasi trans-Neptunian ini. (Ram Srinivasan/The Epoch Times/pls)

erabaru.or.id

%d bloggers like this: