10 Kiat Amankan Data Komputer di Pesawat

Dilarang membawa komputer jinjing alias laptop ke kabin pesawat. Sebuah aturan baru yang membuat waswas komunitas yang sudah teradiksi dengan teknologi.

Pemandangan para pebisnis sibuk dengan komputer jinjingnya di kabin pesawat saat ini adalah hal yang biasa. Tapi di masa mendatang, pemandangan itu akan musnah dari pengelihatan kita.

Pemerintah Inggris melarang semua penumpang pesawat memboyong semua peranti elektronik ke kabin. Alasannya demi keamanan.

Aturan anyar ini tentu membuat marah para pebisnis dan semua pihak yang sudah sedemikian tercandu oleh benda-benda teknologi. Komputer jinjing, komputer saku, telepon seluler (ponsel) tentu masuk dalam kategori tersebut.

Semua peranti elektronik diwajibkan masuk ke ruang bagasi. Dapat dibayangkan berapa juta orang akan mengeluhkan aturan baru ini. Muncul pula ketakutan bahwa aturan itu akan menyebar ke negara lain.

“Bagaimanapun juga ini akan berdampak pada perjalanan bisnis internasional. Tindakan keamanan yang ketat itu dapat mengglobal,” komentar John Livingston, CEO of Absolute Software, sebuah pengembang peranti lunak Inggris seperti yang dilansir Reuters baru-baru ini.

Positif

Di sisi lain, aturan tersebut memiliki imbas positif juga bagi pemilik peranti. Pencurian laptop, ancaman terhadap ke-amanan data dan identitas dapat dihindari dengan cara tersebut. Aturan pelarangan membawa peranti elektronik didasarkan pada kasus ditahannya lebih dari 20 penumpang yang kedapatan membawanya sebagai alat detonator bom.

Absolute Software mengusulkan beberapa kiat yang dapat diambil oleh pembawa ponsel, laptop, komputer saku dan beragam peranti elektronik lainnya. Gunakan tas yang terkunci untuk menyimpan peranti elektronik Anda, tentu yang sudah disetujui pihak keamanan bandara. Kemaslah komputer jinjing dengan busa lembut atau benda empuk untuk melindunginya dari hentakan atau bantingan. Gunakan password yang merupakan kombinasi angka dan huruf demi mencegah masuknya akses ke peranti Anda. Lakukan back up terhadap data-data berharga sebelum melakukan perjalanan. Langkah ini untuk meminimalkan kehilangan data jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Aktifkan peranti lunak pelacak dan pengaman, dibutuhkan ketika laptop Anda hilang. Ada peranti lunak seperti CompuTrace yang menggunakan sistem BIOS. Gunakan remote perlindungan data sehingga kita dapat menghapus atau memindahkan data ketika laptop dicuri. Bawa selalu alat “penyelamat” data seperti flash disk agar bisa tetap mengakses data walau laptop kita hilang.

Jaga selalu semua rekaman informasi seputar komputer jinjing Anda, mulai dari spesifikasi, model, nomor seri. Pastikan untuk mematikan komputer Anda, tidak sekadar menempatkan pada posisi stand by atau hibernasi sebelum memasukannya ke dalam bagasi.

Gunakan sistem operasi yang aman. Pastikan user name Anda tidak tersimpan di kolom log in. Pisahkan semua kartu memori dari komputer.

Dengan langkah di atas, data dan informasi yang tersimpan di laptop atau PDA tetap aman walau peranti tersebut diletakkan di bagasi. Bukankah data dan informasi jauh lebih berharga dibanding dengan harga peranti elektroniknya?

Merry Magdalena / sinarharapan.co.id

%d bloggers like this: