9 Plugins yang Wajib untuk Equalizer

Membicarakan EQ atau equalizer sebenarnya sama dengan membicarakan pengatur volume. Hanya saja EQ ditujukan untuk mengatur volume suatu frekwensi tertentu saja. Sebagai contoh mudah, pada tape compo, apabila kita putar tombol treble ke kanan, maka suara lagu yang terdengar akan menjadi lebih bright atau jernih. Perhatikan pula suara bass tidak berubah. Nah! itulah bentuk paling sederhana sebuah equalizer.

Apa guna dari EQ? Secara mendasar tujuan EQ adalah membuat keseluruhan track kita menjadi lebih bagus. Jika ada frekwensi tertentu yang kurang enak di dengar maka harus di cut (diturunkan gain-nya), sedangkan jika ada yang kurang detail atau kurang karakter maka harus di boost (dinaikkan gain-nya).

Jadi kalau karakter suara sudah bagus, kita tidak perlu meng-eq-nya lagi. Hal yang paling penting sebenarnya adalah menentukan apakah suatu sound perlu di EQ atau tidak. Jika perlu di EQ, berapa banyak yang dibutuhkan? Jawaban ini akan menentukan kualitas kita sebagai sound engineer.

Di dunia Digital Audio Workstation banyak sekali plugins-plugins dibuat untuk proses equalizing ini. Plugins ini berkisar dari level freeware sampai yang berharga puluhan juta rupiah. Dalam kesempatan ini saya akan membahas plugins-plugins EQ yang wajib anda miliki, minimal wajib anda coba atau pelajari. Saya berusaha seobyektif mungkin dalam memilihnya, namun yang penting dalam hal ini kita dapat belajar bersama-sama untuk menjadi lebih baik, selamat menikmati.

1. Waves Q10

Sebuah plugins klasik dari Waves, namun masih berguna sampai saat ini. Q10 dikembangkan untuk memberikan kualitas suara yang prima sekaligus mudah digunakan. Q10 juga memberikan fasilitas yang mempermudah kita dalam mengatur EQ, yang hampir tidak mungkin dilakukan di era analog. Q10 mempunyai antarmuka grafis yang dapat kita drag untuk merubah kurva EQ yang kita inginkan, Waves telah menjadi pelopor dalam hal ini. Angka 10 menunjukan bahwa EQ ini memberikan ekualisasi 10 band Parametric EQ untuk tiap channelnya.

2. Sonnox Oxford EQ

Dirancang oleh tim yang sama yang juga membuat console OXF-R3, lahirlah sebuah plugins. Plugins ini di model dari EQ section dari console tersebut namun dengan hasil yang lebih baik, karena komputasi dengan komputer akan menghasilkan perhitungan yang lebih sempurna daripada sistem console analog tersebut. Oxford EQ adalah EQ dengan 5 band dan memiliki LF dan HF section yang dapat di atur shelving-nya. Plugins ini juga mampu meng-emulasi outboard eq jaman dulu yang terkenal karena kemampuan artistik-nya dalam mewarnai suara.

3. Roger Nichols Uniquel-izer

Uniquel-izer adalah sebuah plugins yang sangat fleksibel dan sanggup menciptakan macam-macam ekualisasi melalui banyak filter yang dimilikinya. Buat sendiri kurva EQ anda menggunakan 11 tipe filter yang dimilikinya. Pilih sendiri filter-filter tradisional seperti high dan low shelv atau parametric, dan juga special filter seperti harmonic parametric dan notch.

Di antara para plugins yang beredar saat ini mungkin Uniquel-izer adalah yang paling unik dan lengkap. Fitur seperti Harmonic Parametric sangat berguna pada saat kita ingin meng-eq fundamental dan harmonic dari suatu suara. Dulu untuk melakukannya kita harus merubah setting EQ tersebut satu persatu. Dengan Harmonic Parametric, kita tinggal pilih fundamental frequency mana yang akan di atur, lalu Uniquel-izer akan menentukan sendiri harmonic-nya. Untuk lebih jelas mengenai Fundamental dan Harmonic, kunjungi http://www.my-musics.com dan cari artikel dengan judul Fundamental dan Harmonics – Hot Concept.

4. URS FullTeq EQ

Nama FullTeq sebenarnya adalah plesetan dari kata Pultec. Pultec adalah sebuah outboard EQ yang sangat terkenal di dunia rekaman. Kemampuannya untuk membuat sound menjadi lebih musikal adalah trademark dari EQ ini. URS atau Unique Recording Software mencoba menciptakan EQ ini di dunia digital, lahirlah URS FullTeq EQ. Plugins ini berjalan di host VST dan juga RTAS (Protools).

5. Waves Renaissance EQ

Sejak Waves mengembangkan plugins Q10 di era 90-an, banyak pihak meminta agar mereka membuat suatu plugins EQ yang lebih “sweet”. Waves menjawabnya dengan membuat Renaissance EQ. Suatu EQ yang merupakan “pembaharuan” dari generasi plugins sebelumnya. Ren EQ adalah sebuah 6 band equalizer untuk para audiophile dan produksi musik profesional. Ia menawarkan pilihan 6,4 atau 2 band dalam operasinya untuk meminimumkan penggunaan CPU. Plugins ini mempunyai keluaran mono, dual mono dan stereo. Kunjungi http://www.waves.com.

6. D82 Sonic Maximizer

Plugins yang satu ini sebenarnya bukan murni sebuah equalizer. Namun karena kemampuannya untuk menambah karakter bright atau low impact secara alami mendorong saya untuk memasukkannya. Sonic Maximizer menggunakan algoritma khusus untuk melakukan hal tersebut melalui suatu sistem yang disebut phase correction. Dalam sistem ini fase-fase dalam suatu sound yang tidak benar akan dikoreksi. Setelah melalui proses ini suara dapat diatur untuk menjadi lebih bright secara alami. Karena harus merubah fase, maka plugins ini harus diletakkan sebagai insert channel dan tidak dapat dipakai sebagai send effects.

7. UAD Cambridge EQ

UAD Cambridge EQ adalah plugins yang membutuhkan sebuah gear eksternal untuk menjalankannya. Alat yang dibutuhkan disini berfungsi sebagai akselerator atau alat untuk membantuk komputasi yang dibutuhkan plugins ini. Tentu saja alat ini (satu saja) dapat digunakan untuk menjalankan plugins produksi UAD yang lain seperti Neve 1073 atau Dreamverb, lihat http://www.uadio.com untuk lebih jelasnya. Masalah kualitas suara, tidak diragukan lagi, Cambridge EQ adalah salah satu di antara para pemenang.

8. McDSP Filter Bank

Filter Bank membedakan dirinya dari banyak EQ yang lain karena ia memberikan kemampuan dan fleksibilitas paling tinggi untuk meniru EQ yang lain dan menciptakan sendiri custom equalizer. Oleh karena itu ia dinamai filter bank, dimana banyak sekali setting-setting EQ dari hardware terkenal dapat kita temui disini. Sayangnya Collin McDowell, programmer plugins ini hanya membuatnya untuk platform Pro Tools.

9. Waves Q-Clone

Artikel ini diawali dan diakhiri oleh plugins buatan Waves. Konon Q-Clone sanggup menduplikasi hardware EQ yang kita miliki. Qclone melakukannya dengan cara mengirim sebuah test tones dari DAW kita menuju hardware EQ kita. Setelah itu output dari hardware tersebut akan dianalisa oleh plugins ini dan dibandingkan. Qclone lalu merubah algoritma-nya sehingga setiap suara yang akan diproses EQ ini akan menjadi sama seperti diolah oleh hardware, hebat bukan. Hal ini hanya bisa dimungkinkan lewat teknologi digital saat ini.

Demikianlah ulasan dari saya, sampai berjumpa dalam ulasan lain yang lebih menarik tentu saja di tabloid kesayangan kita, Komputek. Cheers! Selamat belajar! Semoga sukses!

komputekonline.com

%d bloggers like this: