Deteksi Ban Tubeless Sering Bocor

Sekalipun ban tubeless, wajar jika tekanan anginnya berkurang. Tapi, aneh bin ajaib kalau tekanan angin selalu berkurang secara tidak wajar alias berlebih. “Pasti ada kebocoran. Masalahnya, khusus ban tubeless, tidak begitu tampak jika ada kebocoran,” ujar Mahar Mardjono, dari PT Suryaraya Rubberindo, produsen ban FDR.

ban

Bekas tambalan bisa jadi celah angin keluar

ban1

Cek kondisi karet sil pentil

Biar nggak kecele, Mahar buka rahasia cara gampang mendeteksi kenapa angin di ban tubeless berkurang secara tidak wajar. Pertama, harus pastikan dahulu apakah ukuran ban dan pelek sudah sesuai. Jangan sampe ukuran ban terlalu besar atau kecil dibanding pelek.

“Biasanya 1 ukuran lebar pelek bisa pakai ukuran ban plus-minus 1 level. Misalnya, pelek ukuran lebar 1,65, bisa pakai ban ukuran 2,75 inci dan 3.00 inci. Lebih atau kurang dari itu, dipastikan bibir ban tidak menempel pas di bibir pelek. Akibatnya angin keluar dari bibir pelek,” jelas Mahar.

Setelah ukuran pelek dan ban dipastikan sesuai, lanjut cek bibir pelek yang bersentuhan dengan ban. “Bibir pelek harus mulus agar tidak ada angin menyusup lewat situ. Kerusakan bibir pelek bisa berupa bengkok, cat terkelupas, benda asing atau permukaan kasar,” lanjut Mahar yang bertugas di bagian marketing itu.

ban2

Cat ngelupas dan permukaan kasar bibir pelek sebab kebocoran

Selain pinggir pelek, bagian lainnya pun bisa jadi penyebab kebocoran angin yang tidak wajar. Biasanya karena retak. Bisa akibat benturan jalan berlubang atau saat pengepresan.

Pindah ke ban, kemungkinan bocor juga bisa terjadi jika ban sudah pernah ditambal sebelumnya. Angin tembus akibat penambalan tidak sempurna. “Jika ban masih baru, cek apakah pemasangan sudah sempurna. Yang benar, posisi garis pelek atau rim line di ban sejajar bibir pelek. Maksudnya agar bibir ban bisa mengunci di bibir pelek,” jelas Mahar.

Terakhir, pastikan pentil tubeless tidak rembes angin. Kebocoran pentil bisa dari karet sil pentil dengan pelek yang sudah aus dan kempis akibat tekanan baut pengunci. Bisa juga karena pentil memang sudah rusak. “Dari semua itu, untuk mengujinya, ban harus direndam di air. Dengan begitu, ketahuan bagian mana yang rusak.” tutup Mahar.

Penulis/Foto: Aries/GT
otomotifnet.com

%d bloggers like this: