Batu Mengandung Karbonat Dideteksi di Mars

Bukti baru mengenai batu yang mengandung karbonat di permukaan Mars menunjukkan bahwa setidaknya air zaman dulu di planet itu tidak seasam dugaan sebelumnya.

Dengan menggunakan spektrometer pada Mars Reconnaissance Orbiter, satu tim ilmuwan AS mendetektsi kandungan mineral karbonat di satu wilayah lembah yang disebut Nili Fossae.

Mineral itu barangkali berada di dalam batu vulkanik yang telah dilewati air yang pH-nya relatif netral, demikian antara lain isi studi mereka yang disiarkan dalam jurnal Science, terbitan paling terbaru.

Meskipun Mars telah memiliki bahan mentah bagi pembentukan karbonat –air, basal dan atmosfir yang berisi karbon dioksida– para ilmuwan tidak dapat menemukan daerah luas yang berisi karbonat di Mars sebelumnya.

Salah satu penjelasan utama bagi misteri tersebut ialah air yang memiliki keasaman melarutkan karbonat atau menghalangi terbentuknya zat itu. Masa pertengahan di Mars, Hesperian, khususnya, telah diusulkan sebagai masa ketika cuaca yang memiliki keasaman biasa ditemukan.

Karbonat baru tersebut, yang terjadi pada pajanan kecil batu (kurang dari 10 kilometer persegi), disertai oleh mineral tanah lempung, sehingga menambah penjelasan bahwa air setempat bersifat netral atau bahkan mengandung alkalin pada saat mineral itu terbentuk.

Para penulis studi itu menyatakan bahwa Mars pada masa lalu memiliki bermacam lingkungan yang basah, yang keasaman airnya sangat bervariasi. “Keragaman semacam itu menjadi tanda yang baik bagi prospek lingkungan masa lalu yang dapat ditinggali di Mars,” demikian kesimpulan mereka. (Xinhua-OANA/Ant/OL-01 )

mediaindonesia.com

%d bloggers like this: