Merawat Karburator

Merawat dan membersihkan karburator — pemicu pembakaran untuk jenis mobil berteknologi konvensional — saat ini dapat dikerjakan mandiri. Ini karena memang terdapat bermacam merek carburator cleaner yang dijual dengan harga bervariasi.

Secara mudah, cairan pembersih karburator itu dapat digunakan dengan cara ‘hanya’ menyemprotkannya di lubang pembakaran hingga bagian tersebut tampak bersih. Namun, faktanya kegiatan itu harus dilakukan secara cermat dan konsumen pun harus pula teliti memilih carburator cleaner tersebut.

Kegiatan itu penting karena bila salah memperlakukan karburator saat melakukan pembersihan, ujungnya mobil bakal berjalan tak normal akibat karburator mengalami sejumlah persoalan. Beberapa rekomendasi mekanik Polomas Motorsport di Bekasi, Frans Sondakh ini kiranya perlu dipakai sebagai masukan, sebelun Anda membersihkan karburator secara mandiri.

Teliti memilih pembersih karburator

Sebelum melakukan pembersihan karburator secara mandiri, konsumen hendaknya teliti saat memilih produk cleaner. Ini penting, karena kini banyak beredar carburator cleaner dengan kandungan senyawa yang asal mengeluarkan buih. Bahkan, beberapa produk kedaluwarsa masih saja beredar di rak pedagang.

Yakinkan cairan pembersih yang Anda beli merupakan produk dengan label ISO atau sekurangnya SNI. Amati pula label masa kedaluwarsanya. Jangan dibeli bila produk tersebut tak menyebutkan masa kedaluwarsanya. Sebisanya hindari pula produk yang menuliskan keterangan dalam tulisan Kanji maupun huruf Cina. Produk Jepang sekalipun, kalau diperdagangkan ke pasar internasional dipastikan memiliki rincian dalam bahasa Ingris.

Semprotkan merata dan benar

Setelah saringan penutup karburator dilepas, pastikan fungsi katup dan rongga karburator dapat disemprot secara rata. Sebaiknya penyemprotan pertama dilakukan saat mesin mati. Semprotkan cleaner secara merata hingga detail.

Diamkan beberapa saat, lalu nyalakan mesin. Tekan gas perlahan hingga mesin terasa bergerak rata. Ulangi penyemprotan cairan pembersih ke seluruh bagian karburator tak terkecuali rongga kecil di sejumlah bagian. Sampai di sini, biarkan mesin bergerak tanpa tekanan tambahan putaran gas.

Setelah itu, kembali matikan mesin dan diamkan sekitar lima sampai tujuh menit. Ini dimaksudkan untuk kepentingan menurunkan serpihan kotoran karburator di rongga pembakaran.

Tekan gas secara penuh

Setelah itu kembali hidupkan mesin, dan lakukan tekanan gas secara penuh. Dari ujung knalpot akan segera keluar asap hitam hingga akhirnya memutih. Teruskan tekanan gas, sampai knalpot tak lagi terlihat mengeluarkan asap.

Ulangi penyemprotan dengan cairan perbersih hingga merata di seluruh permukaan dan lubang karburator. Saat melakukan kegiatan ini, jangan ragu-ragu. Soalnya bila tekanan gas tak optimal, serpihan kotoran bisa saja masih tertinggal di karburator maupun rongga pembakaran.

Jangan ubah ukuran tekanan gas dan angin

Bila Anda tak berpengalaman terhadap kerja karburator, jangan lakukan perubahan pada posisi angin maupun tekanan gas. Sebab pembersihan secara mandiri dengan cleaner hanya dimaksudkan untuk melepaskan kerak sisa pembakaran pada rongga karburator

republika.co.id

Advertisements
%d bloggers like this: