Human Pappiloma Virus Pemicu Kanker Rahim

Kanker rahim tergolong penyakit terbanyak diderita kaum perempuan. Penyakit tersebut bahkan sangat mematikan. Biasanya beragam jenis kanker, termasuk kanker rahim, muncul karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal.

Pertumbuhan sel tersebut muncul karena adanya mutasi gen. Ada berbagai faktor pemicu kanker, baik dari dalam tubuh sendiri maupun dari luar. Faktor luar pemicu kanker adalah lingkungan, zat karsinogenik, dan lain-lain.

Menurut Dr Amru Sofian SpOG, jenis pemicunya antara lain dari zat kimia. Diantaranya adalah bahan-bahan pengawet tertentu, rokok, bedak, ataupun zat pewarna.

Pada seminar di Bogor beberapa waktu lalu, ia mengatakan bahwa selain unsur penyebab yang telah disebutkan, radiasi sinar matahari dan zat radioaktif juga diduga dapat menjadi faktor penyebab.

Ia menuturkan, khusus untuk kasus kanker mulut rahim (serviks), sebanyak 90 persen diakibatkan virus Human Pappiloma Virus (HPV). ”HPV yang diduga kuat menjadi penyebab kanker mulut rahim adalah type 16, 18, 33, dan 53.”

Amru menyarankan bahwa gejala kanker tersebut perlu diwaspadai jika ada perdarahan pasca senggama, dan keputihan yang berbau. Selain itu, gangguan pada kanker leher rahim pada stadium lanjut biasanya disertai nyeri pinggul, gangguan buang air kecil, gangguan air besar, berat badan menurun, dan badan lemah akibat perdarahan.

Meski gejalanya memang ada pendarahan, tak semua perdarahan yang keluar dari vagina dan setiap keputihan adalah kanker. Hal yang perlu dipahami, kanker leher rahim tidak menular, sedangkan yang menular adalah virusnya.

Pencegahan dilakukan dengan menghindari faktor yang berisiko menjadi penyebab kanker. Langkah terpenting lainnya adalah menemukan dan mengobati tahap prakanker, melakukan test visual asam acetat, pap smear, dan tes DNA HPV.

Langkah termudah untuk pencegahan adalah dengan menghindari faktor risiko dan pap smear. Untuk jenis terakhir ini merupakan pemeriksaan apusan sel rahim yang tereksfoliasi, diwarnai, dan dibaca di bawah mikroskop. Pemeriksaannya cukup dalam waktu 10 menit. ”Cara ini tak menimbulkan rasa sakit, serta dapat dilakukan setiap saat kecuali sedang haid atau baru berhubungan seksual,” kata Amru.

Sedangkan mengobati tahap prakanker dapat dilakukan dengan menggunakan konosiasi melalui cold knifedan secara elektrik. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan destruksi melalui cryosurgery, laser destruction, dan obat-obatan imunomudator. Bila tahapnya sudah mencapai kanker, sambungnya, untuk mengobatinya perlu dilakukan kemoterapi, bahkan dengan pengangkatan rahim.

republika.co.id

%d bloggers like this: