Cattleya Berbunga Spanjang Masa

Gara-gara Cattleya yang dibeli selalu mati, ia semakin semangat mencari tahu cara merawatnya. Pada akhirnya ia jatuh cinta pada Cattleya. kecintaannya pada anggrek, terutama cattleya, tidak datang tiba-tiba. “Sejak SMA saya sudah mengagumi Cattleya,” kenang Wanda, panggilan akrab Wani Kasim.

cattleya

Menurut penganggrek asal Medan ini, Cattleya mempunyai banyak daya tarik. Bunganya besar dan indah. Warna-warnanya cerah dan kebanyakan harum. Cattleya bisa memberi warna kebun dan juga bisa mengharumkan ruangan. Sayangnya, Cattleya merupakan anggrek yang `sulit’ berbunga bagi Wanda kala itu.

Punya Perasaan

Untuk menemukan resep perawatan secara benar, Wanda rajin mengamati tanaman anggrek miliknya. “Bunga (anggrek) pertama yang saya beli mati. Ternyata karena kena sinar matahari langsung,” ujarnya. Setelah diamati, lama kelamaan daunnya kecokelatan lantas mengering. Setelah dipindahkan ke tempat yang ternaungi, Cattleya itu tumbuh bagus. Bahkan bisa berbunga.

Ikhwal pemeliharaan, Wanda banyak bertanya kepada yang lebih ahli dan juga membaca buku. Praktiknya, disesuaikan dengan kondisi Medan yang panas dan kering. Penyiraman rutin dilakukan sehari dua kali. Termasuk juga pemupukan seminggu dua kali dengan pupuk majemuk komposisi N-P-K sesuai tahapan perkembangan tanaman. Maksudnya, jika Cattleya dalam masa pertumbuhan menggunakan pupuk mengandung N tinggi. Maka pada saat pembungaan menggunakan P dan K tinggi.

Dengan perawatan ini, tak hanya Cattleya yang tumbuh bagus. Phalaenopsis, Vanda, dan Dendrobium juga rajin berbunga di rumahnya. Selain perawatan umum yang diterapkan untuk tanaman, Wanda memperlakukan Cattleya sebagaimana teman atau anaknya sendiri. Ketika pulang dari bepergian, yang pertama kali ditanyakan adalah bunga-bunganya, barn anggota keluarga yang lain. Juga setiap bangun tidur pada pagi hari, Wanda menuju ke kebun dan ngobrol dengan tanamannya. “Tanaman itu seperti ngerti dengan apa yang kita omongkan,” ujarnya yakin. Misalnya saja ketika ada tanaman yang tak kunjung berbunga, Wanda memintanya untuk memunculkan bunganya. Tak berapa lama, bunga pun muncul. Tentu saja, tak hanya cukup diajak ngobrol namun juga dirawat secara benar.

Memajukan Pai Medan

Aneka media tanam pun dicoba untuk Cattleya. “Awalnya saya menggunakan pakis,” terangnya. Akar Cattlety dibalut dengan cocopear lantas ditempelkan pada lempengan pakis. Hanya saja, pakis semakin jarang dan merusak lingkungan. Wanda mengenalkan media dari kulit kayu tusam (Pinus merkusii). Limbah kulit kayu itu is manfaatkan untuk media anggrek. Sifat media ini tidak terlalu banyak mengikat air tetapi lembap seperti pakis. Cattleya pun tumbuh bagus. Dari pengalaman itu, Wanda mengenalkan tusam kepada penganggrek lain melalui even pameran yang dilaksanakan PAI Medan.

“Ibu JK (Jusuf Kalla) pun tertarik ketika mengunjungi Stan saya,” kata Wanda berbangga hati. Diakui Wanda, PAI Medan memang belum begitu aktif. la mengharapkan, ada banyak kegiatan yang dilakukan hingga bisa memberi manfaat pada anggotanya. Misalnya akan lebih banyak mengetahui tentang aneka jenis anggrek dan perawatannya.

Demi kemajuan PAI Medan, tak jarang Wanda berkorban material dan waktu untuk mengikuti pameran atas nama PAI Medan. “Saya harus banyak belajar dari pameran. Hasilnya akan saya ceritakan pada teman-teman di PAI Medan agar mereka lebih bersemangat,” katanya mantap. Jika banyak belajar, penganggrek di Medan bisa menyaksikan semua anggreknya berbunga sepanjang masa.

Tips: Limbah Dapur Bikin Subur

Wanda memanfaatkan limbah dan bumbu dapur untuk menyuburkan tanaman. Semisal air bekas cucian beras. Air beras itu disaring lantas disemprotkan pada anggrek sehari sekali. Anggrek pun tumbuh subur karena air cucian beras mengandung C dan N dari karbohidrat beras yang terlarut.

Selain limbah cucian beras, MSG (Monosodium Glutamat) juga bisa Anda manfaatkan. Satu sendok makan MSG dilarutkan dalam 2 liter air lantas disemprotkan ke daun anggrek. Penyemprotan dilakukan 3 bulan sekali. MSG terdiri dari senyawa organik (C, H, 0, N) yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman.

Teks:Titik /Foto: Armin/Dok.Pribadi
Discan/OCR oleh Sabina dari majalah Flona Edisi 67/V September 2008
Kebonkembang.com

%d bloggers like this: