Auto Leveling Lamp

Sistem lampu auto leveling sudah diadopsi beberapa mobil. Seperti Suzuki Grand Vitara JLX A/T, Toyota Vios G A/T dan Camry V6, 3.500 cc. Lampu ‘pintar’ ini didukung pula oleh High Intensity Discharge (HID). Sebenarnya, “Bukan lampu yang bergerak, tapi reflektornya,” ungkap salah seorang kepala bengkel Suzuki.

Jadi ketika jalan menanjak, lampu diturunkan untuk menyinari aspal. Demikian juga ketika jalan menurun, posisi sinar dinaikkan sehingga kondisi jalan depan masih bisa dipantau dengan baik. Saat kabin penuh penumpang dan bagasi full load oleh barang, tak perlu diminta sinar lampu akan menyesuaikan.

autoleveling

Tak perlu pusing lampu jadi terlalu tinggi atau rendah. Jelas lebih presisi. Sistem auto leveling terdiri dari ECU kontrol lampu, sensor ketinggian dan dua aktuator level. Letak sensor yang mendeteksi tinggi rendahnya mobil berbeda-beda tiap pabrikan mobil.

autoleveling1

Posisi setelan tak akan berpengaruh jika diputar

autoleveling2

Pada Grand Vitara ada di depan sebelah kiri

Pada Toyota (Vios atau Camry), ada di dekat link stabilizer belakang kanan. Sedang untuk Suzuki GV letaknya ada di arm depan sebelah kiri. “Setelah sensor ini menerima sinyal, lalu dikirimkan ke aktuator yang berada di reflektor lampu untuk bergerak naik atau turun,” ungkap Yusuf Hidayat, instruktur di Auto2000 Kalimalang, Jaktim.

Harga sensor seperti pada Toyota Camry kira-kira menghabiskan dana Rp 15 jutaan untuk satu lampu sedang GV berkisar Rp 6-7 jutaan. Selain itu jangan kaget pula jika ketika awal dinyalakan, mobil dengan sistem ini, sinar lampunya akan benar-benar menyebar, sesaat kemudian baru menyesuaikan.

“Tak masalah, itu namanya initial untuk menyatakan kalau perangkat tersebut bekerja sempurna. Kalau tak menyebar justru harus dipertanyakan.

Penulis/foto: Toncil/Dolok
otomotifnet.com

%d bloggers like this: