Memasang Transmisi Otomatis Tanpa Ganti Mobil

Bagi yang sudah terlanjur membeli mobil dengan transmisi manual, tidak usah berkecil hati dengan banyaknya mobil bertransmisi otomatis. Jangan juga iri bila pengemudi mobil sebelah tenang-tenang di saat macet, apalagi dalam waktu yang lama melakukan stop and go terus menerus.

Bila juga ingin santai dan nyaman saat berkendara, mengapa tidak dipikirkan untuk mengganti trasnmisi manual menjadi transmisi otomatis, kalau tidak ingin harus mengganti mobilnya sekalian.

Sebenarnya telah cukup lama menjadi tren untuk mengganti transmisi manual menjadi otomatis. Lihat saja di tabloid yang berkaitan dengan industri otomotif, banyak ditawarkan penggantian unit transmisi secara utuh dengan unit transmisi otomatis limpahan junkyard dari Singapura yang masuk ke Indonesia.

Tapi, selain mendapatkan barang hasil rekondisi, bagi yang masih menginginkan akselerasi secepat manual pasti akan sulit menerima lambatnya akselerasi transmisi otomatis.

Kalaupun tetap ingin akselerasi secepat manual, banyak yang harus dirubah, mesin misalnya. Tetapi ini pun pasti akan mengeluarkan biaya lagi yang pasti tidak kecil.

Alternatif lain, ingin nyaman dalam perjalanan tetapi juga tidak mengurangi akselerasi secepat manual. Dalam hal ini, dulu ada beberapa produk yang ditawarkan seperti Auto Clutch, Easy Clutch, Hand in Hand, Power Clutch, Twin Clutch. Tetapi memang tampaknya hanya Easy Clutch yang bertahan.

”Cara kerjanya Easy Clutch ini, hanya memindahkan fungsi kopling secara elektrik. Sedangkan cara kerja transmisi sendiri masih manual. Keuntungan lain, walaupun masuk gigi satu dan pedal gas tidak ditekan, mesin mobil tidak akan loncat dan mati,” ujar Suyono Yusuf dari Easy Clutch. Tapi begitu pedal gas ditekan sedikit, akan terasa mobil bergerak perlahan.

Manfaatkan Sensor

Cara kerja Easy Clutch ini memanfaatkan beberapa sensor yang diolah dalam Central Processing Unit (CPU). Kondisi mengemudi, baik itu kerja rem, kerja kopling dan putaran mesin diolah di CPU ini.

Kemudian ada yang disebut Actuator, yang tugasnya menerima perintah dari CPU untuk menekan maupun melepaskan sistem kopling. Terakhir yang juga merupakan bagian dari Easy Clutch adalah Change Mode Button.

Enaknya lagi, kalau biasanya dengan transmisi otomatis tidak ada engine brake yang memaksa rem bekerja keras. Di Easy Clutch masih terasa engine brake yang dapat di atur melalui Change Mode Button, sama seperti mengatur akselerasi.

”Engine brake yang dihasilkan pun tidak membuat penumpang terdorong ke depan. Bagi yang tidak memakai sabuk pengaman pun,” ujar Suyono.

Penumpang tidak terdorong ke depan secara mendadak, ban tetap mengigit aspal dengan baik. Ban juga tidak cepat habis,” ungkap Suyono seraya mengatakan bahwa kopling bekerja sehalus mungkin pada saat itu.

Versi 2002

Untuk versi 2002, ada penambahan tombol pada tongkat persneling. Yang biasanya hanya ada tombol untuk membebaskan kopling, sekarang ada tombol Hill Switch. Sesuai namanya, Hill Switch ini digunakan ketika mobil akan mulai bergerak di tanjakan.

Biasanya ketika di tanjakan banyak yang kesulitan untuk kembali melaju. Harus dibantu dengan rem tangan. Tapi dengan Hill Switch ini, cukup gas saja, mobil kembali melaju dengan mulus.

Caranya, tekan pedal rem diikuti menekan tombol Hill Switch. Lepas injakan dari pedal rem dan mobil tidak akan mundur. Ketika itu, kopling berada diujung sekali dengan pelatnya, tidak menghabiskan pelat kopling. (ian)

Sinarharapan.co.id

Advertisements
%d bloggers like this: