Kanker Leher Rahim Paling Ditakuti Wanita

Beberapa laporan sarjana, mengatakan bahwa tidak ada hubungan langsung antara kanker leher rahim dengan getah smegma.

Yang lebih menarik lagi ketika beberapa sarjana tertarik melihat adanya hubungan erat antara kanker rahim dengan kawin muda. Ternyata wanita yang kawin muda lebih sering terkena kanker leher rahim. Dikatakan, wanita berusia 15 – 20 tahun merupakan sasaran empuk bagi kanker leher rahim. Usia sekira itu dianggap usia yang rentan bagi wanita. Kanker baru akan menampakkan diri setelah kurang lebih 30 tahun kemudian, datang secara diam-diam.

Hal lain yang sama menariknya, wanita-wanita yang sering berganti-ganti pasangan, lebih banyak terkena kanker yang menakutkan ini. Mereka yang kerap melakukan hubungan seksual, lebih besar kemungkinan terkena kanker jenis ini.

Keadaan sosio-ekonomi yang lemah, lebih seringnya terjangkit penyakit infeksi pada kemaluan wanita yang bertubi-tubi, juga dianggap menjadi faktor penyebab terkena kanker leher rahim.

Tiga puluh tahun setelah malam pengantin

Untuk timbulnya kanker leher rahim ini ada masa laten, yaitu masa yang diperlukan untuk proses timbulnya kanker. Diperlukan waktu kira-kira 30 tahun sejak malam pengantin baru. Hubungan seksual pertama dianggap awal dari mula proses munculnya kanker pada wanita-wanita tertentu.

Sehingga jarang sekali kanker leher rahim muncul pada usia muda. Jika usia sekira 15 – 20 tahun bagi wanita dianggap usia yang rentan, 30 tahun kemudian, sekira usia 45 tahun, sang kanker baru muncul.

Namun sulitnya, kanker ini datang secara diam-diam. Berproses secara lambat. Dalam stadium-stadium awal hampir tanpa keluhan apa-apa. Dalam stadium awal kanker ini ditemukan hanya secara kebetulan saja. Keluhan baru akan muncul justru ketika stadium kanker sudah agak lanjut, yaitu ketika pada jaringan mulut atau leher rahim sudah terjadi kerusakan. Padahal pada stadium ini sudah lebih sukar atau tidak mungkin diobati lagi.

”Pap smear” setiap 6 bulan

Ada bermacam-macam cara untuk mengenali adanya kanker leher rahim secara dini. Salah satu pemeriksaan yang paling sederhana namun cukup bernilai, yaitu pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini bermaksud mengambil serpihan jaringan mulut dan leher rahim dengan alat khusus. Serpihan jaringan ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop, apakah ada sel-sel yang dicurigai atau adakah perubahan pada jenis selnya. Adanya kecurigaan pada keganasan mendorong dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut yang lebih terarah.

Karena dalam stadium dini kanker leher rahim ini hampir tanpa keluhan apa-apa, maka pemeriksaan pap smear secara berkala dan sesering mungkin agaknya beralasan sekali. Terutama bagi mereka yang tergolong memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker ini. Yaitu mereka yang kawin muda sekitar 15 – 20 tahun atau melahirkan anak pertama dalam usia muda sekira usia itu, mereka yang sering terkena infeksi kelamin serta mereka yang sering berganti pasangan.

Bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi dianjurkan memeriksakan pap smear sekurang-kurangnya setiap 6 bulan sekali. Dengan itu diharapkan adanya kanker dapat diketahui lebih dini. Bagi wanita lain umumnya pada usia sekira 40 tahunan, dianjurkan sekurang-kurangnya setahun sekali di-pap smear.

Pap smear sendiri tidak mematikan kanker. Tapi sebagai pemandu untuk mencurigai adanya keganasan. Karena 10% sampai 20% dari pemeriksaan ini memberikan hasil yang positif palsu. Artinya, ada kecurigaan adanya keganasan, tapi kenyataannya tidak. Misalnya pada infeksi yang sering dan berulang-ulang juga akan memberikan gambaran sel jaringan yang diambil dengan pap smear mirip dengan perubahan sel pada keganasan. Dalam hal yang meragukan demikian untuk lebih memastikannya diperlukan pemeriksaan lain, seperti biopsi.

Hanya stadium awal yang dapat diobati

kanker leher rahim dapat juga diawali dengan keluhan keputihan yang terus-menerus. Biasanya keputihan agak kental dan lengket serta bercampur dengan darah. Keluhan ini disertai rasa nyeri atau timbulnya perdarahan setelah melakukan hubungan seksual. Biasanya badan semakin kurus, pucat, selera makan menurun.

Dalam keadaan serupa itu pemeriksaan tak perlu menunggu sampai 6 bulan. Ibu dengan keluhan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter ahli. Mengapa? Karena hanya stadium awal yang dapat diobati.

Kanker leher rahim memiliki beberapa stadium. Stadium paling awal masih bisa disembuhkan dengan penyinaran dan atau pengangkatan rahim serta indung telur. Tapi apabila sudah mencapai stadium lebih lanjut, upaya pengobatan tak mungkin dilakukan, apalagi bila telah menyebar (metastasis). Biasanya penyebaran ke hati, otak, paru-paru, atau tulang.

Mengetahui kanker secara dini dianggap sangat penting, karena merupakan cara paling mungkin melawan kanker. Untuk mengetahui adanya kanker secara dini, pemeriksaan pap smear akan sangat membantu, kalau bukan yang paling utama.

pikiranrakyat.com

%d bloggers like this: