Aus dini rem cakram

Rem cakram aus lebih cepat dan kehilangan kemampuannya terutama pada mobil-mobil modern, demikian penilaian Car Parts Direct. Perusahaan Inggris yang melayani pemesan komponen via pos ini, secara teratur mengirimkan rem cakram pengganti untuk mobil-mobil relatif baru, yang dikendarai kurang dari 25,000 mil (40,000km).

Keausan dini rem cakram ini merupakan kombinasi dari berbagai penyebab. Car Parts Direct melihat brake pad modern yang lebih abrasif karena compound lebih keras, juga kualitas buruk rem cakram yang diimpor dari beberapa negara Asia Timur.

Popular Mechanics menyebut faktor disain mobil sekarang yang lebih aerodinamis tapi disisi lain mengalirkan lebih sedikit udara ke kolong mobil sebagai pendingin rem. Faktor lain adalah aplikasi rem cakram pada mobil yang lebih berat dari spesifikasi. Misal, SUV Blazer atau Explorer yang bobotnya 4800 pounds menggunakan rem cakram yang didisain untuk pickup seberat 3000 pound. Ini membuat kerja rem jadi lebih berat.

Karena mendapat beban pengereman lebih besar, rem depan lebih cepat aus daripada yang belakang, khususnya pada mobil dengan penggerak roda depan.

Car Parts Direct mengklaim terjadi peningkatan 23% penjualan rem cakram untuk mobil-mobil berumur kurang dari dua tahun, sementara untuk mobil diatas dua tahun naik 14%. Komplain terhadap original brake disc yang terpasang dimobil baru, jamak terjadi, demikian jurubicara Car Parts Direct.

Problem ini tidak bukan dialami produsen tertentu saja, tapi juga merek-merek papan atas, bahkan pemilik mobil-mobil mewah juga mengeluhkan hal serupa.

Mark Cornwall dari Car Parts Direct menyebutkan, “Dalam lima tahun terakhir, terlihat peningkatan signifikan permintaan rem cakram untuk mobil muda usia atau yang jarak tempuhnya rendah, dimana pengemudi merasakan gejala suara berisik, cakram bengkok, atau daya pengereman merosot drastis.

Perawatan menjadi kunci agar umur pakai rem cakram lebih panjang. Menurut Herlaniadi, kepala instruktur dari Service Division PT Astra-Daihatsu Motor, caranya adalah dengan membersihkan permukaan gesek brake pad/shoe dan cakram/tromol secara periodik.

“Pada permukaan gesek itu, selalu akan terjadi pengerasan bila digunakan. Pengerasan permukaan gesek pad dan cakram atau brake shoe dan tromol harus dihilangkan secara berkala dengan menggunakan amplas kasar”, katanya.

Bila permukaan pengerasan ini dibiarkan terus menerus akan cepat merusak cakram atau tromol. Dengan menghilangkan pengerasan pada pad atau brake shoe, pad atau brake shoe akan selalu lembut. Daya penereman optimal dan cakram atau tromol lebih hemat.
Herlaniadi mengingatkan

“Biasanya dalam perawatan berkala kendaraan (setiap 5.000 Km) selalu ada item Brake C/A yang artinya bersihkan dan setel rem.”

Mobilku.com

%d bloggers like this: