Probiotik, Harapan Baru Penderita AIDS

Probiotik menjadi harapan baru bagi penderita AIDS. Probiotik menggunakan bakteri peragi yang aman untuk tubuh, sekalipun orang tersebut tidak memiliki daya tahan tubuh. Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan bakteri berbahaya sementara sistem tubuh penderita sudah lumpuh oleh AIDS.

Human Immunodeficiency Virus (dikenal juga dengan lymphadenopathy-associated virus) adalah virus penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), di mana sistem kekebalan tubuh penderita menurun sehingga banyak infeksi oportunistik terjadi (infeksi dari bakteri yang tidak berbahaya bagi tubuh dalam keadaan normal, namun bakteri itu menimbulkan sifat patogen bila sistem kekebalan tubuh melemah).

HIV menyerang komponen terpenting dalam komponen sistem imun manusia, yakni sel Limfosit T CD4+ (T Helper), dan makrofag. Virus ini dapat menghancurkan sel T Helper baik secara langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung, ia menggunakan komponen sel T Helper untuk berkembang biak hingga sel itu mati. Secara tidak langsung, virus mempresentasikan diri lewat protein tertentu sehingga makrofag memakan sel tersebut.

HIV juga menyerang organ secara langsung seperti ginjal, hati, dan otak di mana terdapat makrofag lokal sehingga terjadi reaksi radang, seringkali hal ini berefek pada gagal ginjal, penyakit jantung, dementia, dan penyakit otak.

Tentu saja banyak sekali masalah kesehatan yang dihadapi penderita AIDS tanpa sistem imun yang menjaga tubuhnya, apalagi setiap orang harus makan, hal tersebut membuat tubuh terutama saluran pencernaan menjadi daerah yang sangat rentan untuk penderita AIDS. Pada saluran pencernaan selain bakteri yang berasal dari luar tubuh (bakteri transient), juga terdapat flora normal (bakteri-bakteri yang menetap pada tubuh). Ada yang bersifat menguntungkan, oportunis, hingga patogen. Perkembangan dari flora oportunis dan patogen, serta bakteri merugikan harus dikurangi.

Probiotik adalah makanan yang mengandung bakteri asam laktat atau ragi yang bermanfaat. Bakteri ini telah digunakan pada industri makanan bertahun-tahun karena bakteri ini dapat mengubah laktosa menjadi asam laktat. Efeknya tidak hanya memberikan rasa asam dari makanan susu fermentasi seperti yogurt, tetapi juga berperan sebagai pengawet dan menghambat pertumbuhan organisme.

Probiotik berasal dari bakteri yang dapat mendukung atau menggantikan peran flora normal dalam tubuh manusia. Dalam kasus ini, organisme lewat makanan dan masuk ke dalam saluran pencernaan manusia. Dalam saluran pencernaan, organisme tersebut akan mengadakan simbiosis dengan usus besar atau usus halus.

Secara logika, probiotik dibuat sedemikian rupa menyerupai miniatur ekologi dari mikroba. Secara kolektif ekologi ini dinamakan flora usus. Kultur bakteri probiotik dibuat untuk membantu perkembangbiakan flora normal dalam saluran pencernaan. Bakteri probiotik direkomendasi oleh ahli nutrisi dan dokter setelah pemberian antibiotik atau sebagai bagian dari pengobatan candidiasis.

Para peneliti menemukan bahwa pengobatan dengan menggunakan probiotik berpotensi menguntungkan, yakni memperbaiki intoleransi terhadap laktosa, mencegah kanker usus besar, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi imun, mencegah infeksi, meningkatkan penyerapan mineral, mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya, dan menghasilkan antibiotik alami.

Mudah bagi kita untuk mencari makanan yang mengandung probiotik. Banyak probiotik terdapat pada sumber natural seperti Lactobacillus dalam yoghurt dan acar. Penggunaan probiotik yang disarankan adalah satu hingga sepuluh milyar koloni dalam beberapa kali seminggu. Hal itu sama dengan dua hingga tiga gelas yoghurt 250 mL. (enrico hervianto, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

sinarharapan.co.id

Advertisements
%d bloggers like this: