Gas Methana Batubara Sumber Energi Baru

“Coal bed methana (CBM)” atau yang biasa disebut gas methana batubara (GMB) memiliki peluang dan harapan sebagai sumber energi baru guna menggantikan energi terbarukan yang ada seperti sekarang ini.

Penemuan GMT yang tergolong baru itu sangat memungkinkan sebagai sumber energi baru itu, saat ini sedang dibahas dalam sebuah workdshop “Course & Workshop CBM: The Rising Energy” diselenggarakan Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjajaran (Unpad) selama tiga hari 2-4 Desember 2008 di kampus Unpad jalan Dipati Ukur, Bandung, kata Koordinator Humas Unpad Weny Widyowaty,S.Sos,M.Si ketika dihubungi, Rabu.

Pada paparan hari pertama Kadiv Eksplorasi BP Migas, Bob Yulian, mengatakan banyak kendala yang dialami dalam upaya untuk terus mengembangkan sumber energi seperti dari mulai masalah tumpang tindih lahan, pembebasan lahan, permasalahan izin dan banyak lagi kendala lainnya.

Hal yang perlu mendapat prioritas pemenuhan kebutuhan banyak data untuk melakukan eksplorasi sumber energi baru, karena pemerintah masih kekurangan dana untuk melakukan hal tersebut dan saat ini solusinya melakukan kerja sama dengan perusahaan pencari data.

Dikatakan, penemuan CBM ini memang tergolong baru dan akan sedikit sulit untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Walaupun menurut kacamata ilmiah, penemuan ini memiliki peluang dan harapan yang cukup baik untuk menggantikan sumber energi yang sekarang ada.

“Saat ini gas sudah memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan,” ucap Bob.

Untuk mewujudkan prospek tersebut tentunya membutuhkan kerja keras yang tidak ringan dalam waktu yang relatif panjang, karena tidak bisa dipungkiri bahwa dengan bahan bakar minyak yang semakin menipis dan dibutuhkan sumber energi lain sebagai pengganti.

Workshop atas kerjasama Puriska-FTG Unpad tersebut yang dibuka Dekan FTG Unpad Dr.Ir.Hendarmawan,M.SC dengan menghadirkan sejumlah pembicara Evita Legowo dari Dirjen Migas, Arlinda dari Puriska, dan Sultan dari PT Arutmin.

PT Arutmin yang merupakan satu dari perusahaan tambang batubara terbesar yang beroperasi di Indonesia, hingga saat ini terus mengeruk kekakayaan tambang batu bara dari kulit bumi Indonesia termasuk di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan untuk diekspor ke berbagai negara dan sedikit untuk pemenuhan energi listrik nasional. (Ant/OL-01)

mediaindonesia.com

Advertisements
%d bloggers like this: