Awas! Salah Setelan Mesin Bisa Bikin Boros

Mengendarai mobil dengan benar serta lihai memilih jalur bebas macet, logikanya konsumsi bahan bakar (BBM) mobil Anda seharusnya bisa lebih irit bukan? Tapi jika tetap saja boros, kira-kira apanya ya? Jangan-jangan setelan mesin mobil Anda yang tidak tepat dan membuatnya justru rakus BBM.

Menurut para ahli mesin, ada beberapa item setelan yang jika kurang tepat maka akan sulit mendapatkan hasil pemakaian bahan bakar yang efisien. Kali ini coba dijabarkan penyebabnya, baik yang bersumber dari setelan mesin dan juga karena faktor di luar mesin.

Penyebab Dari Mesin

1. Kerenggangan Busi
Banyak pemakai mobil yang tidak terlalu perhatian dengan percikan api busi. Namun api yang terlalu kecil bisa menyebabkan bensin boros. “Kalau apinya terlalu kecil tentu pembakaran jadi tidak sempurna. Akhirnya ada bahan bakar yang tidak terbakar dan terbuang atau mengumpul jadi kerak di ruang bakar,” jelas Irwansyah, kepala mekanik Astrindo Toyota Kebon Jeruk.

“Idealnya periksa kerenggangan busi sesuai standar dari produsen busi tersebut. Ada yang mengharuskan celah 0,8 mm dan ada juga yang 1,1 mm,” tambahnya.

Bila terlalu renggang api akan kecil sedangkan jika terlampau rapat bisa membuat mobil ngelitik. Atau bila nyalanya sudah tidak normal lebih baik ganti saja dengan busi baru. Biasanya busi standar diganti tiap 20.000 km. Kecuali busi-busi berbahan khusus, memiliki umur pakai yang lebih lama.

2.Setelan Klep
Sama seperti busi, penyetelan kerenggangan klep juga bisa membuat konsumsi bahan bakar boros. “Jika terlalu sempit jadi boros karena klep membuka lebih dalam. Tapi kalau terlalu renggang jadi berisik dan lebih irit, namun tidak direkomendasikan disetel terlalu renggang karena bisa menyebabkan boros juga,” terang Sony Hew dari Amiaw Motor Sport, Jakarta Barat.

Selanjutnya Sony Hew menerangkan, bila disetel terlalu renggang maka bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar akan terlalu sedikit, tenaga yang dihasilkan dari pembakaran juga jadi tidak maksimal. Karena merasa enggak ada tenaga, pengemudi akan cenderung injak gas lebih dalam. Ini yang membuat jadi boros. Baiknya disesuaikan dengan standar yang dikeluarkan pabrik.

3.Setelan Injeksi atau Karburator.
Fungsinya sebagai penyuplai sekaligus menyatukan bahan bakar dan oksigen ke dalam ruang bakar. Bila komposisi antara bensin dan oksigen tidak ideal efeknya bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi boros dan tenaga hilang karena pembakaran tidak sempurna.

Pada karburator misalnya, bila terlalu kaya bahan bakar bisa menyebabkan boros namun jika terlalu miskin juga menyebabkan ngelitik dan kehilangan tenaga. “Sama seperti setelan klep, saat kehilangan tenaga maka kita akan cendrung injak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan komposisi bahan bakar dan oksigen yang ideal,” tambah Irwansyah.

“Begitu juga dengan mesin injeksi, meski dikontrol lewat perangkat elektronik namun jika setelannya tidak cepat juga bisa boros. Dengan CO tester, saya biasa berpatokan pada lamda antara 0,97 sampai 1,003,” lanjutnya.

Penyebab Di Luar Mesin

1.Setelan Kopling
“Pernah ada pelanggan yang mengeluh mobilnya makin hari makin tidak bertenaga, padahal baru menjalani servis rutin. Ternyata saat dicek lagi bukan ruang bakar yang bermasalah, namun setelan kanvas koplingnya yang enggak benar. Transfer tenaganya jadi terhambat,” kenang Irwansyah.

Bisa kanvas kopling sudah habis, bisa juga karena setelan kawat atau sistem hidrolisnya yang enggak beres. “Sebetulnya bisa dirasakan saat melepas pedal kopling, kalau terlalu tinggi mobil baru jalan dan terasa slip, bisa dipastikan koplingnya bermasalah,” kata mekanik berperawakan kurus tinggi ini.

2.Tekanan Angin
Sepertinya urusan satu ini semuanya sudah familiar. Bila ban kempis tentunya mesin akan menerima beban berlebih. Alhasil mesin akan bekerja lebih keras dan tentunya membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Untuk kondisi normal, tekanan ban mobil standar umumnya berkisar antara 30-35 psi.

3.Spooring dan Balancing Tidak Tepat
“Meski tidak berpengaruh terlalu signifikan namun spooring dan balancing yang tidak tepat juga bisa menyebabkan boros bahan bakar,” ujar Sony Hew.

Logikanya jika roda tidak berputar dengan sempurna tentunya menyebabkan gesekan berlebih yang membebani kerja mesin. Sama seperti ban kempis, mesin akan bekerja lebih keras dan tentunya membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

Otomotifnet.com

Advertisements
%d bloggers like this: