Deteksi Indikator Bensin Ngaco

Berdasarkan pengalaman mengecewakan yang pernah dialami, Agus, warga Ciputat, Tangerang yang juga pemilik Suzuki Shogun 110 ini belakangan lebih teliti terhadap isi bensin di tangki. Dia selalu ngecek tunggangan sebelum dipakai beraktivitas.

Penasaran sama pengalaman Agus? Gini ceritanya. Awal dipakai, indikator bensin menunjukkan F (full). Tak lama berjalan sekitar 20 km, tiba-tiba motor mogok. “Terpaksa aksi dorong ke SPBU sejauh 2 km gue lakukan,” kenang Agus.

Aku tertipuuuu… sepenggal bait lagu Nugie pun digumamkan si empunya motor. Nah, saat tuh motor diperiksakan di bengkel terdekat, ternyata pelampung bensin kotor. Tapi jarum penunjuk indikator di angka penuh. “Ngeselin, kan?”

dtk1

Gambar  1

Makanya, biar gak ngalamin kayak gitu, pelampung bensin di tangki kudu dicek juga. Gak susah, kok. Toh, peralatan kerja yang dibutuhkan juga simpel; obeng plus, minus dan cairan penetran atau antikarat. Contoh, AHRS Multicare yang dihargai Rp 30.000. Maklum, bensin yang kotor kerap memicu peranti itu korosi.

dtk2

Gambar 2

Praktik yuk. Pertama, buka jok dan cover samping kanan lebih dulu pakai obeng plus. Itu agar aksi melepas soket kabel indikator bensin di sebelah kanan tangki lebih gampang (gbr.1). Lalu lepas pelampung bensin, dengan cara mencopot keempat sekrup pengikat pelampung (gbr.2). Jangan lupa lubang pelampung itu ditutup kain, biar gak ada kotoran masuk ke tangki bensin.

dtk3

Gambar 3

Cek fungsi pelampung. Caranya, sambung soket kabel pelampung seperti semula. Posisikan kunci kontak pada posisi On. Lalu geser pelampung naik atau turun pelan-pelan (gbr.3), sambil lihat indikator bensin di dasbor. “Posisi pelampung di atas, indikator menunjukkan E (habis), kalau pelampung di bawah, indikator menunjukkan F,” kata Robet yang buka gerai Medan Motor di Jl. Kebon Jeruk Raya No.18, Jakbar.

dtk4

Gambar 4

Bila pelampung ngaco, buka penutup lilitan sensor pelampung. Caranya, cungkil kancingnya pakai obeng min (gbr.4). Cek apakah ada lilitan yang putus atau cuma kotor? Bila ada lilitan yang putus, bisa ganti pelampung baru satu set seharga Rp 80 ribu.

dtk5

Gambar 5

Nah, kalau cuma kotor. Tinggal bersihkan pakai cairan penetran seperti disebut di atas sebagai pembersih karat, pelindung besi dan juga pelumas (gbr.5). Oh ya jangan lupa cek berkala mesti dilakukan minimal 6 bulan sekali. Mudah to Mase?

Penulis: Banar (tabloid OTOMOTIF)
otomotifnet.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: