Insomnia

Banyak orang dapat tidur pulas dan enak. Namun, banyak pula yang mengalami kesulitan tidur. Gangguan itu mulai dari susah untuk mulai tidur, tidur tidak pulas atau terbangun lebih cepat, dan tidak dapat kembali tidur.

Jika mengalami berbagai gangguan tidur semacam itu maka dapat disebut sebagai insomnia. Insomnia ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat kronis. Insomnia sementara disebabkan oleh kelelahan, dirawat di rumah sakit, baru pindah rumah, atau memulai pekerjaan baru. Insomnia jenis ini umumnya hanya berlangsung selama beberapa hari. Namun, jika insomnia berlangsung berbulan-bulan maka dapat disebut sebagai insomnia kronis.

Sebenarnya insomnia mudah diatasi. Untuk mengatasinya harus dianalisis apa penyebab insomnia. Banyak faktor yang menyebabkan insomnia, namun pada tiap orang dapat berbeda-beda. Ada faktor eksternal ada pula faktor internal.

Faktor eksternal seperti misalnya suasana ruang tidur. Apakah cukup tenang dan nyaman. Tidur di tempat yang berisik, pengap, dan berantakan misalnya, tentu lebih tidak nyaman dibandingkan dengan tidur di tempat yang rapi, bersih, sejuk, dan tenang.

Faktor pencahayaan ruang tidur juga dapat mempengaruhi kenyamanan tidur, terutama bagi orang-orang yang peka. Maka aturlah ruang tidur, mulai dari kerapian dan kebersihan, tata letak furniture (perabot), warna cat dinding sampai tata cahaya, agar suasana ruang tidur nyaman untuk membantu menghilangkan insomnia.

Faktor yang lebih penting sebenarnya adalah faktor internal, faktor yang berasal dari diri. Faktor internal ini dapat berupa faktor fisik atau psikis. Penyakit dan gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan insomnia. Konsumsi obat-obat tertentu juga ada yang dapat meningkatkan kecenderungan insomnia.

Jika sedang dalam perawatan dokter untuk gangguan kesehatan tertentu, bicarakanlah dengan dokter, bagaimana mengatasi masalah insomnia yang disebabkan faktor penyakit dan obat ini. Apabila perlu, dokter tentu akan menyarankan pemakaian obat penenang atau obat tidur yang dapat membantu untuk dapat tidur nyenyak.

Namun biasanya penggunaan obat-obat seperti ini tidak disarankan apa lagi dalam jangka panjang sebab dapat menimbulkan adiksi (ketagihan) dan hal-hal lain yang negatif.

Penyebab insomnia yang paling dominan adalah faktor psikis. Stres karena pekerjaan atau karena hal-hal lain acap kali dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit tidur. Jika stres berkepanjangan dan tidak dikelola dengan baik, maka jadilah seseorang itu penderita insomnia.

Harus dapat dianalisis pada diri, faktor mana penyebab sulit tidur. Umumnya faktor penyebab insomnia tidak hanya satu tetapi merupakan gabungan dari beberapa faktor.

Di samping menghilangkan berbagai faktor yang diduga menjadi penyebab insomnia, ada beberapa nasihat yang dapat diikuti. Nasihat ini biasanya diberikan dalam terapi insomnia.

Usahakan tidur dan bangun dalam waktu yang sama setiap malam. Misalnya tidur jam 22.00 dan bangun jam 05.00. Biasakan berolah raga ringan tetapi rutin setiap hari, misalnya jogging, jalan pagi atau senam ringan di halaman rumah. Tetapi tidak disarankan untuk berolah raga persis menjelang tidur. Ada orang yang biasa membaca buku di tempat tidur untuk merangsang kantuk.

Para ahli juga menyarankan sebaiknya gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Jangan membaca atau menonton televisi di tempat tidur. Ini untuk membangun sugesti bagi diri sendiri sehingga selalu ada dorongan untuk tidur begitu naik ke tempat tidur.

Begitu berbaring, lemaskan otot-otot mulai dari kaki sampai ke kepala. Ini akan memberi sinyal pada otak dan sistem syaraf untuk memulai tidur. Hindari minum kopi atau teh menjelang waktu tidur. Kafein bersifat stimulansia, sehingga bagi yang peka dapat menyebabkan sulit tidur. Sebaliknya pada banyak orang minum susu sebelum tidur dapat membantu tidur pulas.

keluargasehat.com

%d bloggers like this: