Impotensi Tanda Gangguan Jantung bagi Diabetesi

Gangguan ereksi (erevtly dysfunction/disfungsi ereksi atau DE) yang terjadi pada oria dengan diabetesi tipe 2 ternyata juga merupakan isyarat kuat adanya penyakit arteri koroner (coronary artery disease atau CAD) pada pria tersebut.

“Karena itu, screening rutin untuk memeriksa silent CAD, yaitu CAD yang terjadi tanpa memberi tanda, tak perlu dilakukan bagi diabetesi tanpa komplikasi karena kemungkinan untuk ditemukan CAD rendah,” ujar Dr. Carmine Gazzaruso dari maugeri Foundation Hospital di Pavia, Italia.

Kaitan erat antara DE dengan simton gangguan jantung dengan jelas sudah terungkap dari sejumlah penelitian. Namun, hingga kini, prevalensi DE belum pernah dikaji diantara diabetesi dengan silent CAD (yang diketahui melalui suatu tes) serta 127 diabetesi tanpa CAD. Tim peneliti menemukan bahwa 33,8 persen diabetesi pria dengan silent CAD mengidap DE, dan hanya 4,7 persen tanpa CAD yang mengalami DE.

Sejumlah faktor bisa menjadi petunjuk adanya silent CAD. “Tapi, DE tampaknya merupakan petunjuk adanya silent CAD yang paling efisien,” kata peneliti.

Dalam wawancara dengan Reuters Health, Gazzaruso kemudian mengatakan bahwa sebaiknya dokter “selalu” menanyakan soal DE pada diabetesi pria. Dengan cara ini, “Dokter tak hanya menemukan pasien untuk dirawat DE-nya dengan memperbaiki kualitas hidup mereka, tapi sekaligus juga mendapati diabetesi dengan ancaman silent ischemia,” katanya.

Untuk memastikan mereka tidak terancam gangguan jantung diam-diam, periset juga memberi rekomendasi untuk mempertimbangkan uji latihan olahraga bagi pengidap DE sebelum mereka mulai diberi obat.

keluargasehat.com

Advertisements
%d bloggers like this: