Hidrosefalus Bisa Serang Orang Dewasa

Selama ini, hidrosefalus digambarkan dengan anak-anak dengan ukuran kepala yang lebih besar dari normal. Padahal, penyakit ini bisa menyerang orang dewasa.

Bila seseorang sering mengalami sakit kepala hebat dan mutah-mutah hebat, disertai penurunan ketajaman penglihatan, segera periksa ke dokter. Ia harus mewaspadai hidrosefalus.

Menurut dr Handoyo Pramusinto, SpBS dari SMF Bedah Saraf RS Dr Sardjito/ Fakultas Kedokteran UGM, hidrosefalus merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan penumpukan cairan pada bagian tertentu otak, yaitu cerebro spinal sehingga terjadi pembengkakan.

Hidrosefalus pada dewasa, kata Handoyo, dapat disebabkan oleh karena perdarahan subaraknoid (selaput yang paling dalam), trauma kepala, infeksi, tumor, pembedahan bagian belakang dari tengkorak atau otak kecil, idiopatik (tak diketahui sebabnya), dan kongenital.

Hidrosefalus ini gejalanya antara lain: sakit kepala, kesadaran menurun, kejang, kelemahan saraf, inkontinensia urin (sulit menahan buang air kecil), mencong mulut, nyeri kepala diikuti gejala muntah, dan gangguan penglihatan. Bahkan bila hidrosefalus dewasa tidak segera diatasi bisa sampai menyebabkan kebutaan. Handoyo menambahkan, bila sudah buta tidak bisa mengembalikan penglihatannya lagi. Bila kesadaran penderita hidrosefalus menurun bisa meninggal.

Umumnya penderita hidrosefalus pada awal periksa tidak langsung ke dokter spesialis bedah saraf. Menilik gejalanya, mereka justru ke dokter mata, dokter saraf dan dokter THT, dan baru terakhir ke spesialis bedah saraf. Padahal untuk mengetahui apakah seseorang menderita hidrosefalus, dapat dilakukan pemeriksaan dengan CT Scan.

Handoyo mengungkapkan, hidrosefalus usia dewasa terjadi sekitar 40 persen dari total kasus hidrosefalus. Namun dari hasil penelitian di RS. Dr Sardjito, kasus hidrosefalus dewasa 30,5 persen. Deteksi dini dan terapi yang tepat membuat keadaan penderita hidrosefalus menjadi lebih baik.

Dari hasil penelitian di RS Dr Sardjito yang dilakukan pada tahun 2002-2003, dilihat dari jenis kelaminnya, penderita hidrosefalus dewasa lebih banyak wanita daripada laki-laki. Dan, terbanyak pada usia di atas 50 tahun. Ada beberapa jenis kuman yang bisa menyebabkan hidrosefalus yaitu: toxoplasmosis, citomegalovirus, staphylococcus aureus, stapphylococcus epidermidis.

Menurut dr Andi Hartanto, SpBS dari SMF Bedah Saraf RS. Dr Sardjito/FK UGM, penyebab tersering hidrosefalus pada pasien di atas 50 tahun adalah akibat sumbatan gangguan penumpukan cairan otak yang disebabkan oleh riwayat perdarahan di bawah selaput otak (subaraknoid). Setelah perdarahan, terjadi perlengketan di selaput otak. Hal itu yang menyebabkan gangguan penyerapan cairan otak. Selain itu penyebab tersering lainnya adalah tumor otak dan infeksi.

”Apabila terjadi perlengketan akibat perdarahan atau bekas infeksi, maka tidak mungkin kita mengelupas perlengketan tersebut. Karena itu supaya cairan otak tidak menumpuk, disalurkan ke dalam selang dari rongga otak ke rongga perut,” jelas Andi.

Biasanya pada orang dewasa hidrosefalus bersifat akut, dan progresif. Untuk mengatasi sifat darurat dari hidrosefalus yaitu dengan pemasangan selang dari rongga otak ke rongga perut atau Ventriculo Peritonial Shunt (VP Shunt) yaitu menggunakan pompa katup semiluner. Pompa katup semiluner itu dipasang seumur hidup selama tidak ada komplikasi.

Andi mengemukakan, pemasangan VP Shunt dengan pompa katup semiluner buatan Indonesia (Dr dr P Sudiharto SpBS dari SMF Bedah Saraf RS Dr Sardjito/FK UGM) harganya murah. Cara untuk mengatasi hidrosefalus ini merupakan yang paling mudah dilaksanakan, tidakannya sederhana, tidak terlalu invasif, hasilnya sangat bagus. Seandainya terjadi komplikasi mudah mendeteksi dan mengatasinya.

Andi mengakui, VP Shunt tidak selalu langsung menyelesaikan permasalahan, melainkan hanya untuk tindakan darurat. Tingkat keberhasilan penanganan hidrosefalus dengan menggunakan VP Shunt tergantung pada penyebabnya, seberapa cepat dilakukan tindakan atau kondisi pasien saat dilakukan pemasangan VP Shunt. Bila penyebabnya tumor, meskipun sudah dipasang VP Shunt, tumornya harus dioperasi.

keluargasehat.com

%d bloggers like this: