Membeli Tanaman Secara Online

Kadang koleksi tanaman yang kita inginkan tidak terdapat di Indonesia sehingga mengharuskan kita mencari ke sumber lain di Luar Negeri. Dengan adanya teknologi internet saat ini, sudah banyak nursery dari luar negeri menawarkan koleksi tanaman mereka lewat web. Pembeli tidak lagi diharuskan ke tempat mereka menjual cukup hanya melihat gambar tanamannya. Tapi proses tanaman tersebut sampai ke depan rumah tidak semudah mengklik link-link yang ada tersebut.

Tulisan berikut mencoba menjelaskan apa saja yang dipersiapkan apabila anda mau (baca: nekat) membeli tanaman secara online.

Faktor Resiko

Alangkah baiknya apabila kita tahu resiko sebelum memutuskan membeli tanaman online dari luar negeri. Resiko pertama adalah harga tanaman bisa lebih murah dari biaya pengiriman plus surat-suratnya tapi ini tidak berlaku apabila anda membeli dalam partai besar. Lalu resiko tanaman ditahan. Bukan rahasia lagi kalau import tanaman ke Indonesia lewat bandara atau pelabihan sulit walau surat-suratnya lengkap. Terakhir adalah resiko tanaman yang tidak sesuai dengan keinginan atau kondisinya buruk saat diterima.

Banyak Pilihan

Nursery dari negara-negara di Eropa dan Amerika cukup banyak menawarkan jenis2 tanaman baik yang umum maupun yang langka. Kadang mereka menyediakan katalog berikut gambarnya secara online sehingga memudahkan kita memilih tanaman. Item yang dijualpun beragam, mulai dari biji, seedling dan tanaman yang sudah dewasa. Kebanyakan tanaman yang dijual online adalah tanaman yang cukup langka, tahan terhadap perjalanan lama dan mudah perawatannya.

Nursery online dari Jerman kebanyakan menjual tanaman unik sukulen dan kaktus. Belanda menawarkan tanaman langka dengan teknik kultur secara online. Sedangkan dari nursery dari Amerika lebih beragam menawarkan tanaman. Brasil dan negara2 di Amerika Selatanpun juga sudah menggunakan internet untuk menawarkan tanaman-tanaman eksotisnya.

Belanja Klak-klik-kluk

Untuk belanja tanaman di internet dalam partai kecil hanya membutuhkan 3 hal ini : komputer, sambungan internet dan kartu kredit. Untuk sambungan internet tidaklah sulit saat ini. Yang sulit adalah mencari nursery online yang reliable. Mendeteksinya tidaklah sulit. Cukup kirim email ke mereka yang berisi penawaran atau pertanyaan lain. Kalau dibalas dengan baik dan cepat maka bisa disimpulkan bahwa nursery ini benar-benar bisa dipercaya. Nursery online yang terpercaya biasanya memiliki juga nursery offlinenya artinya mereka memiliki toko fisiknya.

Nursery online dari Jerman dan Amerika Serikat biasanya dapat menerima pembayaran via kartu kredit dan paypal. Kalau mau aman, pakailah paypal. Untuk itu anda harus mendaftar di situs paypal (www.paypal.com). Agar tidak terkena fraud, maka batasilah pembayaran online sebesar 200 USD per bulan.

Memilih Barang di Katalog Online atau Ikutan Auction

Untuk item tanaman yang umum dapat langsung dilihat di katalog online. Biasanya mereka memberikan kemudahan pencarian melalui kategorisasi dan pencarian berdasarkan keyword tertentu. Apabila tanamannya langka maka beberapa situs juga menyediakan layanan auction.

Tanaman dalam katalog dapat kita lihat dahulu wujudnya. Biasanya mereka menginformasikan juga kondisi tanamannya dan dimensinya. Apabila sudah sreg, bisa dilanjutkan dengan transaksi. Dalam akhir transaksi biasanya mereka menyediakan form pemesanan dan cara-cara pembayaran.

Harga Murah (disana) = Harga Mahal (disini)

Jangan terpukau oleh harga yang murah. Untuk Adenium Somalense var Nova berukuran bonggol 20cm hanya berharga 70 USD (700rb-an). Beragam spesies Pachypodium berukuran sedang-besar paling mahal hanya 40 USD (400rb-an). Bandingkan dengan harga disini. Semua item tadi bisa diatas 1 jt. Jauh kan?

Untuk sampai kesini harga tersebut bisa dua sampai sepuluh kali lipatnya. Karena biasanya tiap nursery online punya kebijakan minimum order. Biasanya minimum order diatas 100 USD.

Surat-surat Yang Bikin Bangkrut

Karena prosedur mengirimkan tanaman dari negara mereka ke kita sama dengan prosedur export, maka mereka juga mewajibkan kita membayar surat-surat untuk keperluan itu. Ada beberapa surat-surat yang lazim digunakan yaitu surat Phytosanitary dan surat Cites (kalau barangnya ada dalam Cites Appendix 1 dan 2). Surat Phytosanitary bisa berharga 80an USD dan surat Cites bisa berharga 70an USD.

Surat-surat ini berlaku untuk per pengiriman bukan per tanaman yang kita pesan. Untuk itulah pembelian tanaman kurang dari 150 USD tidak disarankan. Biaya pengiriman biasanya hanya sekitar 20% dari total invoice. Ini masih perlu ditanyakan ke nursery online tersebut, karena biaya pengiriman bisa beragam dan dihitung bukan saja dari invoice. Biasanya mereka menggunakan express mail untuk pengiriman ke luar negeri. Walau janji mereka tidak lebih dari 2 minggu sudah sampai di tempat pemesan, tapi tidak demikian kenyataannya. Kalau beruntung bisa tepat 2 minggu. Tapi kalau saat inspeksi oleh dinas karantina ada sejumlah masalah bisa jadi tanaman akan ditahan atau yang lebih buruk dimusnahkan.

Saran Terakhir: Titip Beli di Nursery

Nah… karena cukup sulit untuk mendatangkan tanaman walau secara online maka saran saya adalah mencoba menitip barang yang kita inginkan melalui nursery yang biasa membeli tanaman dari luar negeri.

Ada beberapa nursery yang mau membantu membelikan tanaman dari luar negeri. Biasanya mereka mematok harga 200%-400% dari harga online. Tapi ini juga terbatas. Karena pembelian tanaman (khususnya dari Eropa) mengenal musim. Pembelian terbaik adalah dari bulan maret sampai september. Setelahnya dapat dipastikan sulit membeli tanaman dari luar negeri.

Kalau sudah seperti ini sebaiknya buatlah rencana dahulu sebelum membeli. Mau nekat? Silahkan coba belanja online. Siapa tahu anda bisa menjadi importir tanaman.

Daniel Hendrawan / kebonkembang.com

%d bloggers like this: