Efek Diabetes Terhadap Gagal Jantung Berbeda untuk Setiap Etnis

Diabetes sangat besar pengaruhnya terhadap risiko gagal jantung, namun pengaruh awal dari diabetes terhadap jantung, ternyata berbeda untuk setiap etnis.

Apakah mereka berkulit putih, penduduk asli Afrika-Amerika, etnis Hispanic atau Cina. Hasil penelitian ini didapat dari Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA) saat meneliti penilaian otot jantung dengan menggunakan MRI, oleh Dr Alain Bertoni, M.D., M.P.H, dari Wake Forest University School of medicine.

Penderita diabetes memiliki risiko tinggi menderita gagal jantung, Bertoni mengatakan. Aterosklerosis berperan menjadi penyebabnya. Dilaporkan dalam berita Maret dalam Diabetes Care, para ahli membandingkan penderita diabetes atau mereka yang cenderung memiliki kadar glukosa yang tinggi dengan mereka yang memiliki kadar gula darah normal. Peneliti mempelajari massa otot ventrikel kiri dan volume dari ventrikel saat darah masuk dan sebelum dipompakan ke luar.

Volume yang lebih rendah mengindikasikan darah lebih sedikit masuk ke ventrikel, hal ini menyimpulkan adanya kekakuan otot jantung, Bertoni mengatakan. Meningkatnya massa otot ventrikel kiri menyimpulkan kemungkinan akan terjadi gagal jantung. Jika otot jantung kaku juga kecenderungan akan terjadinya gagal jantung. MESA menilai tentang aterosclerosis. Aterosclerosis adalah gejala yang menunjukkan adanya kondisi tersebut.

Setiap kelompok etnis yag menderita diabetes akan sama mengalami kondisi tersebut. Namun meskipun gagal jantung dapat terjadi pada setiap penderita diabetes, namun terdapat perbedaan mekanisme yang berperan untuk tiap etnis, Bartoni mengatakan. Bukti yang didapatkan adalah bahwa orang kulit putih, penduduk asli Afrika-Amerika dan etnis Hispanik yang menderita diabetes mengalami peningkatan massa otot jantung yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.

Pada Orang kulit putih, meningkatnya massa otot jantung ventrikel kiri ditunjukkan secara jelas dengan adanya aterosclerosis dan tekanan darah tinggi, ia menjelaskan. Sumbatan arteri koronaria parsial akan menyebabkan otot jantung menjadi lebih lemah memompakan darahnya dan akhirnya terjadi kerusakan.

Pada penduduk asli Arfika-Amerika dan Hispanik, meningkatnya massa otot jantung tidak jelas menunjukkan adanya ateroslerosis dan peningkatan tekanan darah tinggi, begitu pula dengan etnis Cina.

Rendahnya volume ventrikel jantung , menunjukkan adanya peningkatan kekakuan, tampak jelas pada pada orang kulit putih, hitam dan Cina yang menderita diabetes, namun tidak pada partisipan Hispanik.

Peneliti lain membuktikan bahwa kejadian gagal jantung tampaknya sama antara orang kulit putih dan penduduk Afrika-Amerika yang menderita diabetes, namun agak lebih rendah pada orang Hispanik dan Asia yang menderita diabetes.

keluargasehat.com

%d bloggers like this: