Gangguan Kulit: Sepele, Namun Harus Diwaspadai

Kulit adalah bagian tubuh yang sangat penting bagi seorang perempuan. Kulit yang bersih dan indah terawat jadi syarat utama untuk tampil cantik dan menarik.

Karena itu, gangguan kulit, sekecil apa pun, perlu diwaspadai. Terlebih yang berpeluang menjadi penyakit serius.

Meski tampaknya sepele, gangguan kulit ternyata bisa sangat mengganggu penampilan seorang perempuan. Selain merecoki penampilan, beberapa jenis gangguan kulit yang sering dianggap sepele ternyata juga berisiko fatal, dan harus diambil tindakan operasi untuk mengatasinya. Gangguan apa sajakah itu? Berikut penjelasan dokter spesialis kulit dari Griya Ayu Citra, Tangerang, Dr. S.C. Kurniati, Sp.KK.

1. Tahi lalat (nevus pigmentosus)
Tahi lalat sebetulnya adalah tumor jinak, yang bisa berubah menjadi keganasan (melanoma). “Kalau tahi lalatnya di pinggir mata atau di pinggir bibir dan berukuran besar, tentu akan mengganggu. Biasanya diangkat dengan operasi (pisau),” kata Kurnia, panggilan akrab dokter lulusan FKUI ini.

Tahi lalat yang harus diwaspadai karena bisa berisiko keganasan antara lain tahi lalat yang tumbuh dengan cepat, permukaannya berubah menjadi berbenjol-benjol, dan sering terasa gatal. Selain itu, hati-hati juga jika tahi lalat mudah berdarah.

2. Keratosis seboroik atau ketuaan
Pernahkah Anda memerhatikan bintik-bintik berwarna coklat kehitaman yang muncul di permukaan kulit mereka yang usianya merambat tua? Nah, itu yang disebut keratosis seboroik, atau yang biasa disebut sebagai ketuaan. Ukurannya bervariasi dengan bentuk bulat atau lonjong. Selain faktor usia, keratosis seboroik juga bisa disebabkan oleh lemak atau juga karena paparan sinar matahari. Untuk mengatasinya, biasanya dengan menggunakan sunblok setiap kali beraktivitas di luar rumah. Jika perlu, bisa dihilangkan dengan operasi elektrokauter (bedah listrik).

3. Melasma
Melasma adalah gangguan berupa vlek atau bercak cokelat kehitaman tidak beraturan yang biasanya muncul di wajah. Selain wajah, bisa juga muncul di leher, lengan, atau tangan. Penyebab melasma bisa karena pemakaian kosmetik yang kurang tepat atau karena faktor hormonal (misalnya pada perempuan yang sedang hamil). Melasma juga bisa muncul akibat paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari meningkatkan aktivitas dan jumlah melanosit, sel yang memproduksi melanin. Hasilnya, produksi melanin berlebihan. Untuk mengatasi atau menghilangkan melasma, bisa dilakukan dengan pemakaian bleaching agent (pemutih) dan obat topikal.

4. Freckles
Biasanya menyerang orang-orang kulit putih (ras Kaukasia). Coba perhatikan anak-anak bule, biasanya muncul bercak-bercak cokelat kehitaman di hidung atau pipi mereka. Penyebab freckles atau sering disebut sproeten ini bisa karena faktor keturunan atau karena paparan matahari. Untuk mengatasinya, bisa dengan menggunakan bleaching agent, atau dihilangkan dengan laser.

5. Vitiligo
Vitiligo adalah gangguan berupa bintik-bintik keputihan yang muncul di kulit (bukan bawaan). Berbeda dengan gangguan jamur, seperti panu misalnya, vitiligo tidak menimbulkan rasa gatal. Vitiligo terjadi akibat rusaknya sel pigmen, sehingga pigmen tidak terbentuk. Umumnya, vitiligo muncul di sekitar muka, kulit kepala, serta leher. Awalnya hanya bercak kecil, tapi makin lama tampak makin melebar dan menyebar. Vitiligo biasa muncul pada orang-orang kulit hitam, bisa terjadi karena pemakaian kosmetik yang kurang tepat atau faktor autoimun. Pigmen warna kulit (melanin) tidak terbentuk dan sel-sel pembuat warnanya tidak bekerja karena diserang oleh tubuh sendiri.

Penyakit ini memerlukan pengobatan secara khusus dan rutin, baik dengan obat-obatan maupun penyinaran. Bisa juga dengan kortikosteroid. Jika vitiligo sudah parah (luas), biasanya pasien malah minta diputihkan sekalian kulitnya.

6. Pityriasis alba
Sering muncul pada anak-anak usia sekolah (6 – 16 tahun) yang mempunyai riwayat alergi, apalagi mereka yang suka beraktivitas di bawah sinar matahari atau hobi berenang. Tampak di muka sebagai bercak putih berbentuk oval-bulat, tidak menonjol, dan kadang-kadang gatal. Selain anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami gangguan ini. Untuk mengatasi atau mencegah pityriasis alba, sebaiknya gunakan sunblok setiap kali beraktivitas di luar (termasuk saat berenang, sebaiknya gunakan sunblok khusus).

7. Kista
Bentuknya benjolan kecil keras seperti bekas jerawat. Kista terjadi akibat tersumbatnya saluran kelenjar keringat. Bisa karena cairan yang keluar terlalu kental, atau memang bekas jerawat yang tidak hilang dan berubah menjadi kista. Kista biasanya dibuang dengan jalan operasi.

8. Keriput (wrinkles)
Gangguan yang satu ini biasanya dihubungkan dengan usia yang makin merambat naik. Padahal, keriput tak hanya menyerang orang tua. Orang berusia muda pun bisa mengalami keriput. Salah satunya karena keriput disebabkan oleh faktor psikis. Stres, contohnya, bisa membuat wajah berkeriput, meski masih berusia muda. Keriput juga bisa muncul karena paparan sinar matahari. Tapi tak perlu khawatir, keriput bisa dihilangkan dengan obat anti-wrinkles, laser, atau dengan chemical peeling. Yang juga penting adalah mencegah munculnya gangguan-gangguan psikis tadi.

Selain gangguan di atas, gangguan kulit yang sudah sangat akrab dengan kita adalah jerawat. Penyebabnya multifaktorial, bisa karena keturunan, bisa juga karena faktor lingkungan. Misalnya, konsumsi makanan berlemak. Meski tampak sepele, jerawat bisa juga menjadi parah dan melebar. Jika sudah begini, biasanya harus dilakukan operasi untuk mengatasinya, misalnya dengan tindakan bedah plastik. Oleh karena itu, jerawat harus sedini mungkin diatasi, bisa dengan obat topikal dan diet.

BERPIKIR POSITIF!

Faktor psikis terbukti menyumbang peran sebagai pemicu munculnya gangguan di kulit. Salah satuya keriput. Namun, selain menjaga agar kondisi psikis tetap sehat, ada beberapa hal lain yang sebaiknya juga dilakukan untuk menjaga kulit yang sehat.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang. Hindari junk food, khususnya pada anak-anak karena dampak jangka panjangnya tidak bagus untuk kesehatan kulit.
  2. Jaga kesehatan psikis supaya tidak stres atau depresi. Biasakan untuk berpikir positif.
  3. Usahakan untuk selalu mendapat istirahat cukup, minimal tidur enam jam sehari.
  4. Lakukan perawatan kulit secara teratur, misalnya dengan pembersih muka setiap hari, atau memakai sunblok setiap kali hendak beraktivitas di luar rumah. Pemakaian baju yang tepat juga menjaga agar kulit terhindar dari paparan sinar matahari. Misalnya baju lengan panjang jika Anda harus terpapar sinar matahari.
  5. Hindari menggunakan produk kosmetik yang tidak jelas kandungannya, apalagi kosmetik yang dijual door to door yang belakangan semakin marak. Jika kurang yakin, urungkan niat untuk membeli atau ada baiknya menghubungi dokter untuk memastikan bahwa produk kosmetik yang Anda pakai aman.
  6. Minum cukup air putih, minimal 8 gelas (2 liter) per hari. Bagi mereka yang memiliki berat badan lebih besar, konsumsi air putih sebaiknya juga ditambah, misalnya hingga 3 liter per hari.
  7. Hindari konsumsi kopi, rokok atau alkohol, dan perbanyak konsumsi buah-buahan.

keluargasehat.com

Advertisements
%d bloggers like this: