Kadar Testosteron Rendah pada Orang Tua Sebabkan Anemia

Laki-laki dan wanita tua yang usianya diatas 65 tahun dan memiliki kadar testosteron yang rendah, berisiko tinggi sebabkan terjadinya anemia, hasil penelitian para ahli.

Selama ini testosteron dihubungkan dengan hormon laki-laki, wanita secara normal memiliki hormon testosteron yang kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.

Kadar testosteron yang rendah merupakan faktor penting untuk terjadinya anemia yang selama ini tidak diperhatikan, Dr. Luigi Ferruci, dari National Institute on Aging, Baltimore, Maryland dan timnya menjelaskan dalam Archives of Internal Medicine.

Menurut mereka, rendahnya kadar testosteron seharusnya dapat menjadi petunjuk potensial penyebeb terjadinya anemia pada orang tua, khususnya saat faktor-faktor penyebab lainnya tidak ditemukan.

Penemuan yang didapatkan oleh tim peneliti tersebut berdasarkan hasil penelitian terhadap populasi di Italia, dimana kadar testosteron dan hemoglobin saling mempegaruhi. Mereka melakukan penelitian terhadap 905 orang tua yang telah berusia lebih dari 65 tahun.

Hemoglobin adalah suatu komponen pembawa oksigen yang terdapat pada sel darah merah. Sedangkan definisi dari anemia adalah konsentrasi Hb dibawah 12 gram per desiliter pada wanita dan dibawah 13 gram per desiliter pada laki-laki.

Pada saat awal penelitian terdapat 31 laki-laki dan 57 wanita yang mengalami anemia, dengan nilai hemoglobin dibawah nilai normal.

Laki-laki dengan kadar testosteron yang sangat rendah akan mengalami anemia lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang kadar testosteronnya lebih tinggi, sedangkan untuk wanita kadar testosteron yang rendah akan mengalami anemia dua kali lipat lebih tinggi.

Sedangkan untuk mereka yang pada awalnya memiliki kadar hemoglobin yang normal, namun memiliki kadar testosteron yang rendah, akan berisiko alami anemia dalam tiga tahun kedepan.

Meskipun secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara rendahnya kadar testosteron dengan rendahnya kadar hemoglobin, namun banyak orang yang memiliki kadar testosteron rendah namun tidak anemia dan mereka yang anemia, memiliki kadar testosteron yang normal.

Dari hasil temuan tersebut para ahli menyebutkan bahwa rendahnya kadar testosteron dapat menjadi pemicu terjadinya anemia tapi bukan satu-satunya penentu untuk terjadinya anemia, kemungkinan efek lain dapat menjadi mekanisme kompensasi.

Pada akhir penelitiannya, Ferrucci dan timnya menyimpulkan bahwa anemia yang terjadi pada orang tua disebabkan dari faktor yang beraneka ragam. Mengetahui penyebab terjadinya anemia pada populasi ini sangatlah penting, karena anemia yang terjadi pada orang tua seringkali tidak dapat dijelaskan namun berisiko tinggi menyebabkan terjadinya sakit dan berhubungan dengan menurunnya fungsi fisik.

keluargasehat.com

Advertisements
%d bloggers like this: