Foto tanaman hias di dunia maya

Beberapa waktu lalu saya browsing di dunia maya. Tentu saja berburu tanaman hias. Terkejut juga karena ternyata saya menemukan gambar/foto produk saya dipajang oleh nursery lain. Gambar tersebut betul-betul asli punya saya termasuk pot, dan latar belakang rumah saya terpampang disana. Saya tidak melakukan apa-apa. Karena saya yakin Allah lah maha mengatur rejeki yang adil.

Namun 2 hari lalu, Bp. E menelephone saya. Mengabarkan bahwa foto pada nursery saya sama dengan foto di Nursery Z yang beralamat di Surabaya. Z mengatakan pada E bahwa barang-barang yang ada di foto ada di rumah Z. Padahal, saat Bp.E menghubungi saya, stok tersebut masih tersedia dirumah saya.

Menurut Bp.E, Z kenal baik dengan saya, padahal saya tidak mengenalnya. Memang saya sering kirim email ke rekan-rekan sesama pemain tanaman hias (yang belum pernah saya kenal sebelumnya) yang menghubungi saya melalui telephone dan minta dikirim gambar melalui email.

Kemudian saya meminta Bp.E untuk mengirimkan gambar yang dimaksud ke alamat email saya. dari 5 gambar yang dikirim, 4 diantaranya adalah benar-benar milik saya dan stoknya masih ada dirumah saya.

Menurut saya, kasus ini masih sebatas pada “cara berbisnis yang kurang etis yang dilakukan oleh Z”. karena dia melakukan hal-hal yang tidak jujur seperti:

  1. Menjual gambar milik orang lain dan mengakuinya sebagai barang miliknya tanpa izin yang empunya.
  2. Z juga menyatakan bahwa barang yang ada pada gambar ada di rumahnya (untuk meyakinkan calon pembeli). Padahal barang itu tidak ada dirumahnya.

Namun, kasus ini juga bisa menjadi salah satu kasus kejahatan/penipuan seputar tanaman hias apabila :

  1. Z minta pembeli untuk transfer pembayaran sebelum barang dikirim.
  2. Setelah uang ditransfer, baru Z akan memesan barang tersebut dari pemilik aslinya. Bila Z berhasil mendapatkan barang dari pemilik aslinya dan mengirimkan ke pembeli, dan pembeli puas, maka kasus penipuan ini berakhir di sini. Namun, bila Z tidak berhasil mengirimkan barang ke pembeli, mungkin karena barang sudah terjual misalnya, maka Z harus mengembalikan uang kepada pembelinya, jika tidak, kasus penipuan akan menjadi panjang.
  3. Lebih parah lagi, bila ternyata, setelah uang di transfer, Z tidak mengirimkan barang yang diminta kepada pembeli.

Kasus ini bisa berujung pada surutnya bisnis tanaman hias melalui dunia maya. Mengapa saya katakan demikian, karena, tanpa peringatan dan kehati-hatian, kasus ini bisa merebak luas, lalu membuat orang jera untuk bertransaksi melalui dunia maya.

Tentu saja hal ini sangat tidak kita harapkan. Maka, demi mempertahankan keberlangsungan bisnis tanaman hias di dunia maya, alangkah baiknya untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Untuk transaksi pertama kali, sebaiknya datangi langsung rumah penjual. Untuk transaksi selanjutnya, bila anda sudah pernah bertatap muka dengan penjual, anda akan bisa memutuskan apakah bisa mempercayainya untuk mengirimkan barang setelah anda mentransfer pembayaran atau tidak.
  2. Bila poin pertama di atas tak mungkin dilakukan karena jarak yang jauh, mungkin anda bisa memilih untuk melakukan pembayaran dengan menggunakan Western Union. Namun, jangan berikan nomor seri WU pada penjual sebelum penjual mampu memberikan bukti resi pengiriman (melalui email ataupun fax).
  3. Kita sesama pemain tanaman hias, baik penjual maupun pembeli (karena biasanya penjual adalah juga pembeli), harus menjalin hubungan/jaringan informasi, untuk saling memberikan rekomendasi mengenai profil penjual/pembeli yang baru pertama kali bertransaksi jarak jauh. Misalnya: Kita bisa saling menanyakan, melalui email, sms/telephone, ataupun milis-milis tanaman hias, mengenai profil penjual/pembeli. Bagi mereka yang pernah bertransaksi dengan penjual/pembeli tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang diperlukan.
  4. Bagi para penjual, alangkah baiknya memberikan alamat rumah yang sejelas-jelasnya pada websitenya.
  5. Alangkah baiknya bila foto tanaman di beri tanda khusus, misalnya, memasang kartu nama pada bagian bawah tanaman yang difoto (kartu nama harus bisa terlihat). Bila perlu, Pemilik barang, silahkan berfoto sekalian dengan barang dagangannya (sebagai trade mark).

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.
Salam sukses buat semua.

Boim-Warungtangkal / kebonkembang.com

%d bloggers like this: