Tips Belanja Adenium: Jangan Mudah Percaya Sebelum Kecewa

Ada cerita nyata, ketika seseorang yang baru saja pulang dari menonton pameran membawasatu pot adenium, beberapa saat setelah sampai di rumah, sang penyuka adenium pemula dengan bangga mengundang tetangganya sekaligus untuk dipameri adenium yang baru saja dibelinya seharga Rp 55 ribu itu, Arabicum murah, kata si penjual kala itu.

Tak lama kemudian tetangga yang nyata penyuka adenium yang sudah cukup lama itu datang dan melihat adenium yang menurut si pembeli semula adalah arabicum. Setelah melihat, sontak tetangganya itu terjkejut bukan alang kepalang karena yang barusan dibeli di sebuah stan di ajang pameran itu sebenarnya adalah adenium obesum namun percabangan (multibranch).

tbadenium

Meski awalnya si pembeli pemula itu ngeyel bahwa yang baru dibelinya atas dasar informasi dari sang penjual adalah arabicum garis tengah 4 cm, namun akhirnya luluh juga ketika tetangga tadi memberikan argumen-argumen bahwa sebenarnya adenium itu sebenarnya adalah adenium obesum percabangan yang sudah barang tentu harganya juga jauh lebih murah ketimbang harga arabicum.

Jadi agak unik memang, karena, sebenarnya, untuk arabicum dengan diameter bonggol 4 cm, harga Rp 55 ribu memang bisa dibilang cukup murah tapi, kalau kenyataannya yang ia beli itu adalah obesum meskipun percabangan dengan diameter 4 em, jadinya dia dapat harga terrlalu mahal.,. Kekecewaan semacam itu menurut salah seorang praktisi adenium dari Ponorogo, Tjandra Ronnywijaya, bahwa hal itu bisa melunturkan kepercayaan pemula pada dunia adenium sekaligus mengacaukan pasar adenium.

Ya kalau akhirnya ketahuan seperti itu, tentu akan jadi nggak begitu masalah, karena akhirnya si pembeli tahu bahwa harga arabicum sebenarnya lebih mahal dari obesum percabangan walau dengan ukuran diameter yang sama. Demikian pula dengan yang obesum percabangan (non training), dia pun jadi tahu kalau harga yang ia dapat itu sungguh kurang pantas alias kemahalan, papar Tjandra.

Nah, bagi yang mengalami namun belum ada yang menyadarkan atau memberitahu si pembeli bahwa ia kena kibul alias kena kemplang penjual, Maka si pembeli tetap akan selalu menganggap bahwa harga arabicum memang segitu. Efeknya, imbuh Tijndra, ketika dia ditawari harga yang sebenarnya saat belanja di kemudian hari, pastilah dia akan menawar dengan harga segitu karena mengganggap harga arabicum yang sebenarnya adalah kemahalan.

Kalau yang tertimpa kasus semacam itu cuma satu dua pastilah nggak terlalu bermasalah, tapi kalau yang kena ratusan orang, pastilah hal ini bakal mempengaruhi harga pasar. Dan sudah pasti siapapun bakal sama-sama rugi. Baik yang jualan maupun yang beli, ketidaktahuan mereka.

Tipsnya

Tips untuk yang satu itu, paling jitu tentu saat belanja kita musti ngajak teman yang sudah paham sekali akan adenium, atau sebelum belanja kita harus mencari referensi-referensi mengenai jenis-jenis adenium, tutur Tjandra.

Cara lain, agar dengan mudah kita bisa komplain tentu dengan mencatat nama nursery sekaligus alamatnya, terutama saat transaksi dilakukan di stan pameran.

Sebenarnya pula, menurut Tjandra, hal semacam itu juga berlaku untuk tanaman lain. Hal seperti itu jadi sering teriadi karena kadang para pecinta bunga termasuk adenium masih banyak yang nggak suka mendukung hobinya dengan lebih sering membaca atau mencari referensi tentang jenis jenis tanaman hias,’ kata Tjandra.

Lebih Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab terhadap produk yang dibisniskan, tentu sudah merupakan kewajiban yang musti selalu dengungkan oIeh kalangan pebisnis jika ingin bisnisnya langgeng. Demikian pula dalam dunia adenium yang sudah pasti diperlukan tanggung jawab dari pihak pedagang atau bahkan petahi untuk turut menjaga cara berbisnis dan kualitas dari komoditas bisnis mereka hingga tren bisnis ini bisa berjalan dengan bagus dan langgeng.

Tentu, yang paling mengkuatirkan adalah jika produk tersebut segera menjadi drop di pasaran akibat persaingan yang tidak sehat di arena pameran atau di pasar dengan mengorbankan kepentingan konsumen.

Agrobis / kebonkembang.com

%d bloggers like this: