Mengenali Kerusakan Seputar Memori

Anda bingung bercampur kaget ketika tiba-tiba sistem anda tak mau masuk ke sistem operasi atau mati sama sekali padahal semua perangkat hardware telah terpasang dengan baik dan anda yakin masih bisa beroperasi dengan sempurna. Atau ketika dipasang muncul bunyi-bunyi aneh berkali-kali yang tidak anda mengerti. Jangan panik dulu, sebelum membawanya ketukang servis anda bisa mengidentifikasi dulu mana yang rusak.

Jika anda mengalami masalah seperti ini, masalah biasanya terjadi pada memori atau soketnya. Untuk itu kita harus mengidentifikasikan dulu komponen mana yang sebenarnya tengah bermasalah agar bisa dicari pemecahannya.

Namun, anda harus pastikan dulu semua perangkat terpassang dengan benar dan setting pada BIOS masih diatur dengan standar. Soalnya masalah seperti di atas bisa muncul disebabkan karena setting BIOS yang terlalu membebani komponen hardware semisal prosesor atau memori. Kalau sebabnya karena hal ini, anda bisa clear CMOS untuk membalikkan setting BIOS-nya pada setting defaultnya.

Cermati Keping Memorinya

Setelah anda matikan sistem, anda perhatikan dulu apakah memori telah terpasang dengan sempurna. Kalau belum coba pasang dengan benar dan uji kembali. Namun, kalau masih tetap tidak mau booting, anda matikan kembali dan cabut memori dari soketnya. Perhatikan dulu apakah ada chip IC pada keping memori yang rusak atau ada jalur-jalur yang bermasalah.

Kalau tidak ada kerusakan anda bisa memperhatikan bagian yang berwarna keemasan sebagai interfacenya. Anda bisa bersihkan bagian berwarna keemasan yang berhuibungan dengan soket DIMM (dual inline memori module) dengan menggunakan pembersih. Di sini anda bisa gunakan karet penghapus untuk membersihkan bagian keemasan tersebut dari kotoran atau debu. Setelah itu, anda bisa pasang kembali soketnya. Kalau memang memorinya yang bikin masalah, tentu setelah itu sistem akan kembali bekerja seperti biasa.

Tapi kalau kondisinya masih tetap seperti semula, anda bisa curiga mungkin keping memorinya yang rusak. Coba cek sekali lagi apakah ada chip yang rusak. Periksa jalur-jalur elektronik yang ada. Kalau ternyata tidak ditemukan apapun tapi tetap tidak mau bekerja, cara satu-satunya adalah menggantinya dengan yang baru.

Perhtikan Soket Memorinya

Tapi bagaimana jika setelah keping memori diganti ternyata kondisinya masih sama? Kalau ini terjadi, anda harus curiga pada soket memorinya. Langkah yang harus dilakukan adalah membersihkannya. Coba gunakan cotton buds atau penghisap debu untuk membersihkannya dari kotoran atau debu yang mungkin menempel. Setelah itu, pasang kembali memori anda dan lihat apakah masalah sudah teratasi.

Kalau belum juga teratasi, anda bisa menggunakan soket DIMM memori yang kedua atau ketiga yang masih kosong. Setelah itu coba nyalakan kembali. Kalau ternyata masalah sudah selesai berarti masalah memang pada soket DIMM yang bersangkutan. Ini sering terjadi pada motherboard lawas yang sudah punya “jam terbang”sangat lama. Namun, kalau ternyata masalah tetap sama meski menggunakan soket yang lain, ini berarti semua soket DIMM anda memang sudah rusak dan mau tak mau harus mengganti motherboard. Kemungkinan ada sesuatu hal yang membuat soket ini tidak dapat digunakan lagi.

=Kumpulan Kiat PCplus=

%d bloggers like this: