Empat Poin Agar Konsumsi BBM Lebih Efisien

Beruntung sekali pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan perangkat Multi Information Display (MID). Awal-awal kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) seperti sekarang ini pasti membuat pengendara lebih “aware” terhadap konsumsi bbm. Salah satu informasi yang bisa dilihat adalah konsumsi bbm.

Pertanyaannya, bagaimanakah jika monitor menyebutkan angka konsumsi bbm yang lumayan boros? Untuk menjawab ini, terlepas dari sudah mengaplikasikan MID atau belum, kita dapat berbicara soal gaya berkendara. Karena boros tidaknya konsumsi bbm sebenarnya terkait dengan kebiasaan pengendara dalam memainkan gas, memantau rpm, “melarikan” mobil, serta seberapa berat beban yang harus diangkut mesin itu sendiri. Berikut ini gaya berkendara yang dapat kita perhatikan:

1. Jangan menginjak pedal gas dengan menghentak. Injakan harus stabil dan bertahap.
Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan.
Pemindahan perseneleng ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.

Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurun kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

3. Ukur tingkat HC dan CO.
Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Untuk mengetahuinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

4. Perhatikan beban dan komponen penggerak.
Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak di antaranya, kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil mejalu. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penyematan ban dan velg besar, termasuk juga faktor yang mempengaruhi konsumsi bbm.

Astraworld.com

%d bloggers like this: