Medan Magnetik Bumi Berlubang

Observasi satelit terbaru mengungkapkan celah terbesar yang pernah terlihat dalam medan magnetik yang melindungi bumi dari pijaran akibat erupsi di permukaan matahari. Lubang itu ditemukan pada musim panas lalu oleh Themis, sebuah armada lima satelit kecil milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Hal itu diumumkan oleh para peneliti NASA pada Selasa lalu. Mereka telah mengetahui bahwa medan magnetik bumi mirip dengan rumah tua yang sering bocor sehingga erupsi partikel bermuatan yang terlontar dari matahari kerap menerobos masuk. Celah semacam ini dapat memicu terjadinya aurora atau gangguan komunikasi satelit dan listrik.

Observasi Themis memperlihatkan bahwa medan magnetik bumi terkadang menciptakan dua retakan. Dari celah itulah angin surya–aliran partikel bermuatan yang terlontar dari matahari dengan kecepatan 1.609.344 kilometer/jam–menemubus atmosfer terluar bumi.

Beberapa bulan lalu, Themis mencatat bahwa tebal sebuah lapisan partikel surya mencapai 6.437 kilometer di bagian terluar magnetosfer, sobekan terbesar perisai pelindung bumi yang pernah ditemukan sampai saat ini. “Pertumbuhannya lumayan cepat,” kata Marit Oieroset, peneliti Themis dari University of California, Berkeley, dalam pertemuan American Geophysical Union di San Francisco.

“Untungnya, celah semacam itu bersifat sementara,” Oieroset menambahkan. Celah yang diobservasi pada tahun lalu, misalnya, hanya berlangsung sekitar satu jam. Ledakan bintang seperti itu adalah bahaya potensial bagi astronot yang berada di antariksa, tapi umumnya tak berisiko bagi penduduk yang tinggal di permukaan bumi.

Awalnya, para ilmuwan yakin bahwa lubang medan magnetik terbesar terjadi ketika medan magnetik bumi dan matahari berada dalam arah yang berlawanan. Tapi data Themis menunjukkan hal sebaliknya. “Angin surya 20 kali lebih banyak menembus tameng pertahanan bumi ketika medan magnetiknya sejajar,” kata Oieroset.

Hasil observasi Themis itu dapat membantu para peneliti dalam memprediksi seberapa dahsyat badai surya yang bakal terjadi dan pengaruhnya terhadap listrik, sinyal satelit, komunikasi militer, dan penerbangan. Satelit Themis memang diluncurkan untuk menemukan sumber gangguan geomagnetik amat kuat yang terjadi di atmosfer bumi.

TEMPO Interaktif

%d bloggers like this: