Cymbidium Hibrida: Tak Sulit Berbunga

Kuntum bunganya besar dan berwarna cerah. Sayang, setelah itu bunga berikutnya tak mau muncul lagi. KELUHAN TERSEBUT KERAP DIALAMI PEMBELI CYMBIDIUM HIBRIDA. Anggrek dengan ciri khas bibir membentuk kumbos (bahasa Yunani, artinya lubang) akhir-akhir ini menjadi pembicaraan di kalangan penganggrek di Indonesia. Dilihat dari nilai komersial untuk bunga potong, cymbidium menjanjikan peluang. Tak seperti dendro atau vanda yang dijual per tangkai, cymbidium dijual per kuntum. Corsage yang menggunakan cymbidium termasuk eksklusif

cymbidium1

Tak hanya itu, sebagai pot plant pun harganya lumayan. Minimal Rp 300.000, semakin banyak spike (tangkai bunga), semakin tinggi harganya. Dan, Indonesia masih impor. Bahkan di pasar dunia pun, produsennya belum sebanyak dendro, vanda dan phalaenopsis. Hanya saja, cymbidium punya kemauan sendiri yang harus dimengerti sebelum memutuskan untuk memeliharanya.

Jenis Untuk Daerah Panas

Sudah diketahui umum, cymbidium membutuhkan tempat dingin dan kering. Kalau ditanam di Indonesia, ketinggian minimal 1.400 – 1.600 m dpl. Di bawah ketinggian tersebut, tumbuh kurang bagus. Tidak muncul bunga, atau berbunga tetapi tidak mekar dengan sempurna. “Itu untuk yang hibrid jenis besar. Tidak semua cymbidium butuh tempat tinggi,” kata Susilowati DT, ketua Asosiasi Petani Anggrek Indonesia (APAI) di Bandung.

Grower aneka jenis anggrek itu menjelaskan, terdapat 3 kelompok bentuk bunga cymbidium. Jenis yang berbunga besar, berbunga kecil, dan yang bunganya berbentuk bintang. Untuk jenis bunga kecff, bisa tumbuh bagus di bawah 1.400 m dpl. Antara 400 – 600 m dpl sudah bagus. Sementara yang bunga bintang, di dataran rendah pun bisa berbunga.

Selain berdasar bentuk bunga, kebutuhan suhu bisa dilihat dari indukan (parent) yang menghasilkan silangan itu. `Kalau indukannya dari spesies dataran rendah. maka hibridanya juga bisa tumbuh bagus di dataran rendah,” tambah Susi. Marga Cymbidum merangkum 52 spesies yang tersebar di seluruh dunia, dari mulai dataran rendah hingga kawasan bersalju. Di Indonesia, ada Cymbidium lansifolium, Cymbidium hartinahianum, dan Cymbidum finlaysonianum. Memang, belum banyak penganggrek di Indonesia yang melirik cymbidium untuk disilangkan.

cymbidium2

So, sebelum membeli sebaiknya Anda menanyakan terlebih dahulu jenis dan cara merawatnya. Jangan sampai kecewa setelah membeli. “Sebagai penjual, saya menanyakan dulu dimana tempat tinggal mereka (pembeli),” ujar Susi. Dengan mengetahui tempat tinggal, Susi akan menyarankan jenis mana yang seyogyanya dipilih.

Butuh Zeolit

Jika Anda sudah mendapatkan jenis hibrida yang cocok, rawatlah sesuai dengan kemauannya. Semua jenis cymbidium bisa menggunakan media yang sama. Susi memberi formula media berupa campuran zeolit bakar, cacahan kayu pinus, pakis dan humus. Untuk perbandingannya, tidak ada rumusan pasti. Anda bisa mencoba perbandingan yang sesuai dengan lokasi Anda. Yang jelas, porsi humus lebih banyak dibandingkan bahan yang lain. Catatan juga, zeolit yang digunakan adalah zeolit bakar yang memang khusus untuk anggrek. Zeolit ini bisa dibeli di toko perlengkapan bertanam anggrek. Tidak disarankan menggunakan zeolit untuk akuarium, karena kandungannya tak bagus buat tanaman.

Selain campuran media di atas, Anda juga bisa menggunakan spaghnum moss. “Kalau pakai moss, nyiramnyajangan Bering-Bering,” tambah Susi. Sphagnum moss menyimpan banyak air, sedangkan cymbidium tak suka air. Cukup media lembap saja. Selain media, pemupukan juga perlu dilakukan. Sama dengan anggrek lainnya, penyemprotan pupuk N-P-K dilakukan seminggu dua kali. Jika ingin lebih sering lebih bagus, tetapi dosisnya diturunkan. Kandungan N, P, dan K disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Untuk cymbidium, masa pembungaan dari seedling membutuhkan waktu minimal 3 tahun. Tergantung jenis hibridanya. Untuk masa pertumbuhan, gunakan pupuk dengan kandungan N tinggi. Ketika tanaman sudah dewasa, unsur P dan K tinggi bisa menginisiasi (merangsang) munculnya bunga.

Selamat mencoba.
TEKS/FOTO : TITIK

Cymbidium Bisa Indekos

cymbidium3

Bagi penggemar Cymbidium di daerah panas, jangan berkecil hati. Ada cara untuk membungakan Cymbidium. “Bisa dikoskan ke tempat yang dingin. Di Bandung ada yang melakukan,” saran Susi. Setelah usai masa vegetatif, tanaman dititipkan di petani yang kebunnya di dataran tinggi. Penitipan ini tak hanya dilakukan oleh hobiis, petani yang mengusahakan Cymbium secara komersial pun bisa melakukan. Untuk pemeliharaan dikenakan biaya Rp 5.000 per tanaman. Begitu sudah kenop, bunga bisa dibawa turun kembali. Anda pun bisa menikmatinya di rumah.

Discan/OCR oleh Sabina dari majalah FLONA September 2008
kebonkembang.com

%d bloggers like this: