Mencegah Patah As Tiba-tiba

Banjir, lalu macet dimana-mana. Ah, itu saja sudah cukup menyengsarakan. Apalagi kalau kemacetan itu bukan cuma karena jalan tergenang. Seperti yang terjadi di sebuah sudut Jakarta suatu ketika. Saat hujan tengah lebat, hampir satu jam lebih kendaraan tak bisa bergerak. Pemicu utama ternyata sebuah mobil yang mengalami patah as roda.

Inilah salah satu bukti pentingnya me-maintain drive shaft. Meskipun frekuensi kejadiannya jarang, sekali muncul bisa sangat merepotkan. Dampaknya bukan hanya pada si pemilik kendaraan, melainkan juga pada seluruh pengguna jalan.

Drive shaft pada kendaraan mempunyai fungsi yang sangat vital, yaitu untuk menggerakkan kendaraan atau meneruskan tenaga dari mesin yang telah direduksi oleh perseneling dan gardan. Tenaga tersebut kemudian diteruskan ke roda-roda penggerak.

Adapun bagian vital yang harus diperhatikan pada drive shaft adalah karet (boots) penutup gemuk yang ada di sambungan-sambungan drive shaft tersebut. Komponen ini harus diperiksa dari kemungkinan bocor atau sobek. Bila bocor atau sobek, gemuk yang mestinya terlindungi bisa keluar dan lama kelamaan akan habis. Bila bagian ini tanpa dilengkapi gemuk, akan mempercepat keausan pada joint-jointnya.

Yang tak kalah penting, selain membuat gemuk keluar, karet yang sobek atau bocor juga bisa mengundang debu dan kotoran masuk. Debu dan kotoran ini juga dapat mempercepat keausan pada joint-joint.

Bila aus, bahayanya adalah joint-joint tersebut lepas dari dudukannya. Bahkan sangat mungkin terjadi patah as.

Jadi, coba perhatikan karet-karet tadi dari kemungkinan bocor atau sobek. Cara perawatan yang mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin setiap 10.000 km. Apabila ada gejala karet drive shaft mulai retak-retak atau gemuk sudah mulai bocor, segeralah ganti. Dan jangan lupa gunakan boots drive shaft original karena terbuat dari bahan yang kuat.

Astraworld.com

%d bloggers like this: