Kiat Antitipu Belanja Tanaman Favorit

ANTHURIUM Mahalnya harga anthurium memicu kasus penipuan. Anthurium black hookeri termasuk jenis langka dan maha!. Bagi peminat anthurium disarankan agar berhati-hati sewaktu hendak membeli athurium jenis black hookeri.

Batang daun anthurium black hookeri yang berwarna hitam sering dipalsukan. Pedagang nakal kerap mewarnai batang anthurium jenis hookeri biasa dengan spidol. Hasilnya, anthurium hookeri biasa menjadi bertampang black hookeri.

Kejahatan pemalsuan ini banyak dilakukan ketika anthurium belum terlalu besar. Atau ketika panjang daunnya masih belum melebihi 15 – 20 cm. Soalnya, warna batang black hookeri seukuran itu belum tembus sampai bagian tengah daun atau bahkan ke ujung daun. Sang pemalsu hanya mampu mewarnai batang hookeri sampai sebatas pangkal daun.

Agar tidak tertipu, Heri pehobi anthurium di Yogyakarta menyarankan agar Anda mencermati bagian pangkal daun black hookeri yang akan dibeli. Juga mesti cerdik. Olesi tangan Anda dengan sedikit minyak goreng. Atau sewaktu berbelanja, berpura-puralah makan gorengan. Lalu setelah itu, sentuhkan sedikit ujungjari Anda ke batang black hookeri itu. Bila luntur, dipastikan black hookeri itu palsu.

Namun, cara seperti itu bila dilakukan secara asal-asalan bisa membahayakan tanaman black hookeri itu. Minyak goreng bisa menuup lubang stomata. Oaun tanaman pun menjadi tidak bisa bernafas. Ujung-ujungnya daun bisa layu 1alu mengering.

Cara bijak dan lebih aman untuk menghindari penipuan masih bisa Anda lakukan. Disarankan agar Anda memilih black hookeri yang memiliki batang berwarna hitam tembus sampai ke bagian tengah daun. Bahkan bila perlu sampai ke bagian ujung daun. Black hookeri biasanya memiliki warna hitam sampai urat-urat daunnya. Kondisi itu susah ditiru oleh tangan manusia. Black hookeri seperti itu biasanya ukuran daunnya sudah lebih dari 25 cm.

Selain black hookeri, juga waspada ketika membeli anthurium jenmanii. Terutama saa1 masih bibit. Bila tidak berhati-hati, Anda bisa keliru atau tertipu ketika membeli bibit jenmanii. Namun, anthurium jenis ini sebenarnya sudah bisa dibedakan sejak masih seukuran ujung jari kelingking.

Bentuk daun bibit jenmanii sangat mirip dengan bentuk daun bibit anthurium jenis hookeri.

Yaitu sama-sama berbentuk jantung hati. Namun bila dicermati, Anda akan segera melihat perbedaan di antara keduanya. Daun bibit anthurium jenmanii lebih tebal bila dibandingkan dengan bibit anthurium hookeri. Perbedaan ketebalan itu sangat mencolok.

Namun, ketika jenmanii masih seukuran ujung jari kelingking belum bisa dibedakan variannya. Sejago apapun penggemar jenmanii akan kesulitan untuk membedakan bibit jenmanii ketika masih seukuran itu. Menurut Ulhaq dari Orange Flora, varian jenmanii baru bisa kelihatan atau dibedakan jika tanaman sudah memiliki daun berukuran lebih dari 35 cm.

AGLAONEMA

Kasus aglaonema berjamur pernah menimpa Ratna Ambika, hobiis aglaonema di daerah Depok. Saya pernah membeli jenis chaophraya. Hanya beberapa minggu kemudian mati, katanya. Setelah diteliti ternyata tanaman berjamur. Segera ia buang tanaman itu.

Ciri aglaonema terserang penyakit, pada bagian yang terinfeksi warnannya berubah menjadi kecokelatan. Terkadang disertai bau tak sedap. Kondisinya menjadi lembek.

ADENIUM ARABICUM

Hindari membeli biji adenium berkualitas jelek. Ada dua cara mengenalinya. Pertama dengan memasukkannya ke dalam air, biji tenggelam adalah yang berkualitas. Tetapi cara ini jarang dilakukan. Cara sederhana yang kedua adalah memencetnya. Letakkan di atas meja lantas ditekan dengan jari. Biji yang berisi dan keras berarti bagus. Kalau kopong jeJek dan kalau empuk bisa jadi busuk, terang Tonny.

Biji yang fresh biasanya lebih bagus dan tingkat kesuksesan semaian Jebih tinggi. Semakin segar berarti semakin bagus. Bisa dikenali dari warnanya. Biji yang segar berwarna bersih dan cerah.

Sementara biji yang sudah terlalu lama berwarna kecokelatan. Semakin lama akan semakin cokelat dan berarti semakin jeJek kualitasnya.

PURING

Waspadai bila puring yang baru Anda beli tiba-tiba merontokkan semua daun indahnya. Kejadian ini pernah menimpa Chandra, hobiis puring di kawasan Depok. Selidik punya selidik, ternyata biangkeroknya adalah kutu. Mereka membentuk sebuah koloni di bagian bawah permukaan daun. Tak heran jika di bagian itu terlihat bercak-bercak putih.

Mengatasinya? Pertama, tanaman yang terserang kutu di tempatkan jauh dari puring koleksinya. Lalu secara rutin semprot dengan insektisida. Sebaiknya tanaman bagian yang sedang diobati tak terkena air. Karena bakaJ mengurangi efektivitas kinerja obatnya. BiJa ingin menyiram, cukup basahi medianya saja. Jadi sebeJum Anda memutuskan memboyong sebuah puring ke rumah, pastikan di bagian bawah daun tak ada kutu yang menempel.

Flona / kebonkembang.com

%d bloggers like this: