Media Benih Adenium

Tidak ada hal khusus tentang media dan cara tanam benih. Sama seperti media adenium lainnya, yang penting porous dan permeable. Yang saya lakukan dalam menanam benih adenium selama ini, sbb. :

1.Media yang pernah saya coba antara lain,

  • Campuran cocopeat, sekam bakar, dan pasir sungai. Perbandingan 2 : 2 : 1.
  • Campuran pasir, sekam bakar, dan kapuk. Perbandingan 6 : 3 : 1
  • Campuran pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang. Perbandingan 1 : 1 : 1
  • Biji kapuk, sekam bakar, dan pasir. Perbandingan 2 : 2 : 1
  • Cocopeat saja
  • Biji kapuk saja
  • Pasir saja
  • Sekam, pupuk kandang, kompos. Perbandingan 6 : 1 : 3

Meski prosentase tumbuh ke 8 media tersebut di atas sama sekitar 90 %, namun jenis media terbaik adalah media a. Media c dan f membuat bibit tumbuh terlalu subur dan memanjang langsing). Media e dan g membuat tanaman harus segera dilakukan transplanting setelah tanaman berumur 1 bulan. Media h bikin kepala pusing karena sulit sekali membedakan antara sekam dengan benih adenium

2. Letakkan benih secara horizontal dengan kedalaman kurang dari 1 cm

3. Lakukan penyiraman sesering mungkin hingga media menjadi basah. Tapi jangan 24 kali sehari Pak, capek dan tidak bisa ngantor, yang pasti minimal 1 hari sekali.

4. Lakukan penanaman di tempat terbuka, berangin, dan mendapat sinar matahari langsung (optimum 4 jam/hari). Tidak perlu dikerudungi plastik. Saya yakin nyamuk atau lalat tidak doyan adenium. Rasanya Pahit….!!!

5. Setelah bibit tumbuh 2 daun, kurangi penyiraman dan tambah intensitas matahari secara bertahap.

6. Pemupukan mulai dapat dilakukan setelah tanaman berumur 2 minggu. Sampai umur 3 bulan pakai pupuk campuran dengan komposisi perbandingan nitrogen, phospor, kalium sebesar 5 : 26 : 5. Hati-hati jangan pakai pupuk yang kandungan amonium nitrogennya (NH4, urea) lebih dari 30 %, bisa tumbuh seperti Aming nantinya.

Thari / kebonkembang.com

%d bloggers like this: