Satu Tanduk 7 Sisir

Oleh trubusid

‘Seumur-umur tanam pisang tanduk belum pernah lihat satu tandan 7 sisir. Empat sisir saja jarang muncul,’ kata Endang Sukaman, hobiis buah di Rumpin, Bogor. Wajar bila kepala sekolah dasar negeri itu tak percaya. Lazimnya, anggota famili Musaceae itu hanya menghasilkan maksimal 3 sisir per tandan. Namun, di kebun percobaan Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT), IPB di Bogor terdapat pisang tanduk dengan 7 sisir.

Bentuk pisang tanduk dengan 7 sisir itu mirip pisang tanduk biasa. Bedanya ukuran buah lebih kecil, 100-250 g/buah. Pisang tanduk normal berbobot rata-rata 280 g/buah. Toh, secara keseluruhan bobot setandan pisang tanduk dengan isi 7 sisir lebih berat dibandingkan yang biasa. ‘Pisang tanduk 7 sisir menghasilkan 15,3 kg/tandan. Pisang tanduk normal rata-rata hanya 7,2-7,6 kg/tandan,’ kata M Rahmad Suhartanto, PhD, peneliti di PKBT. Itu artinya produktivitas pisang tanduk meningkat 2 kali lipat.

Daya simpan pisang tanduk 7 sisir sama dengan yang normal, tahan 2 minggu tanpa menjadi lembek. Selain itu, ‘Tingkat kemanisannya relatif sama, tapi kadar patinya belum diteliti di laboratorium,’ ujar Sobir PhD, kepala PKBT. Warna daging buah pisang tanduk 7 sisir lebih jingga, tanda kandungan beta karotennya lebih tinggi daripada pisang tanduk biasa.

Mutasi

Pisang tanduk 7 sisir merupakan mutasi dari hasil perbanyakan kultur jaringan. Awalnya induk yang dipakai adalah pisang tanduk dengan 3 sisir per tandan. Hasil dari kultur jaringan pertama sangat bervariasi. Salah satunya tanaman pisang tanduk yang menghasilkan 4 sisir per tandan. Tanaman tersebut kemudian disubkulturkan lagi dan hasilnya ada yang menyimpang: setandan isi 7 sisir.

Menurut Ita Dwimahyani, kasus pisang tanduk isi 7 sisir adalah hal lazim dalam proses kultur jaringan. ‘Dalam perbanyakan dengan kultur jaringan pasti akan ada penyimpangan,’ kata kepala Kelompok Pemuliaan Tanaman di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional itu. Mutasi bisa disebabkan karena ruangan kekurangan cahaya atau waktu pemindahan terlewat. Di alam, dalam setiap proses perbanyakan selalu terjadi penyimpangan. Hanya saja mutasi yang terjadi sangat kecil dan berjalan lambat. Pada proses kultur jaringan, dengan adanya zat pengatur tumbuh sitokinin proses alam seolah-olah dipercepat.

Terjadinya pisang tanduk 7 sisir merupakan variasi somaklonal-mutasi sebagian dari percepatan mutasi alam. Penyimpangannya termasuk mutasi epigenetik. Yaitu susunan DNA tanaman yang mengalami mutasi dan tanaman normal sama, tapi secara fisiologis berbeda.

Mutasi bersifat acak dan tak terduga. Jika perbanyakan pisang dengan anakan, risiko penyimpangan cuma 0,1-1%. ‘Sedangkan dengan kultur jaringan, risiko tersebut membengkak antara 1-100%, tergantung varietas dan frekuensi pengulangan biakan,’ ujar Drs H Hendro Sunarjono, pakar buah di Bogor. Makin sering disubkulturkan, makin besar persentase penyimpangan.

Hasil

Penyimpangan bisa bersifat negatif atau positif. Pada pisang tanduk 7 sisir, penyimpangan bersifat positif lantaran produktivitas meningkat. Namun, di sisi lain, muncul citra yang merugikan. ‘Kalau lebih dari 5 sisir bisa dianggap bukan pisang tanduk sehingga harganya turun,’ ujar Hendro.

Biaya produksi pisang tanduk 7 sisir akan lebih tinggi daripada normal. Itu karena ‘Makin banyak sisir, tanaman makan banyak pupuk,’ kata Hendro. Makanya pupuk yang diberikan pun harus ditambah. Selain itu, makin banyak jumlah sisir makin mudah tanaman roboh karena tak kuat menahan beban. Oleh karena itu, biasanya tanaman disangga.

Stabilitas pisang tanduk setandan 7 sisir masih perlu diuji lantaran baru generasi pertama. ‘Generasi kedua dapat dilihat hasilnya setelah 11-13 bulan kemudian,’ kata Sobir. Menurut Ir Edhi Sandra MSi, ahli fisiologi tanaman, jika dilihat dari tipe mutasinya, sifat menghasilkan 7 sisir per tandan lambat laun akan berubah jika diperbanyak dengan pemisahan anakan. Itu karena kondisi fisiologis tanaman selalu berubah.

Sedangkan kalau diperbanyak dengan kultur jaringan, ‘Sifat tersebut bisa diturunkan dengan syarat prosedur operasi standarnya tetap terjaga,’ ujarnya. Jika sifatnya stabil, di masa depan pisang tanduk 7 sisir per tandan bukan hal aneh lagi bagi pekebun pisang. (Rosy Nur Apriyanti/ Peliput: Tri Susanti)

Trubus-online.com

Advertisements
%d bloggers like this: