Nyeri Haid Pada Remaja

Rasa nyeri waktu haid yang demikian hebat seringkali memerlukan obat pereda sakit atau meminta pertolongan dokter.

Nyeri tersebut disebut dismenorhea. Oleh para dokter nyeri haid dibagi atas dua macam yaitu dismenorhea primer dan disemenorhea sekunder.

Dismenorhea primer disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh tanpa disertai kelainan anatomi/kelainan bawaan/penyakit. Biasanya terjadi pada waktu haid pertama kali sehingga menjelang dewasa dan hingga kini penyebab pasti belum diketahui, namun diduga berhubungan dengan siklus pelepasan telur di indung telur.

Dismenorhea sekunder terjadi karena adanya kelainan/penyakit dalam tubuh dan biasanya terjadi pada usia dewasa. Penyebab dismenorhea sekunder antara lain endometriosis, tumor jinak rahim, kista indung telur, polip dinding rahim, infeksi panggul rahim, kelainan bentuk rahim, dll.

Tidak ada angka pasti mengenai jumlah penderita nyeri haid di Indonesia, namun di Surabaya didapatkan 1,07% hingga 1,31% dari jumlah penderita datang ke bagian kebidanan. Di Amerika Serikat, nyeri haid didapatkan pada 30-70% wanita dalam usia reproduksi, serta pada 60-70% wanita dewasa yang tidak menikah dan berusia 30-40 tahun. Penelitian di Swedia menjumpai 30% wanita pekerja industri menurun penghasilannya karena nyeri haid. Oleh karena itu, diduga nyeri haid dipengaruhi oleh usia penderita, status sosial, pekerjaan, jumlah anak yang dipunyai.

Gejala-gejala klinis biasanya dimulai sehari sebelum haid berlangsung selama hari pertama dan kedua haid dan jarang terjadi setelah itu. Nyeri biasanya merupakan nyeri di garis tengah perut, tepat di atas tulang kemaluan. Nyeri terasa hilang timbul, tajam dan bergelombang. Biasanya mengikuti gerak rahim dan dapat menjalar ke arah pinggang belakang. Selain rasa nyeri, dapat pula disertai mual, muntah, sakit kepala, dan mudah tersinggung/depresi.

Dismenorhea primer biasanya timbul pada usia muda, segera timbul sejak haid pertama datang. Nyeri sering terasa seperti kejang dan kaku serta mendahului haid serta meningkat pada hari pertamadan kedua. Nyeri hilang bila tidak terjadi pelepasan sel telur dan timbul bila terjadi pelepasan sel telur. Dalam pemeriksaan jasmani tidak didapatkan adanya kelainan, dan hanya memelukan obat tanpa perlu tindakan operasi.

Pada dismenorhea sekunder, rasa nyeri tetap ada dan hebat walaupun tidak ada pelepasan indung telaur, serta didapatkannya kelainan pada pemeriksaan jasmani khususnya pemeriksaan pinggul dan rahim indung telur. Sehingga kadang-kadang perlu tindakan operasi guna menyembuhkannya.

Derajat nyeri haid :

  • Derajat 0: Tanpa rasa nyeri dan aktivitas sehari-hari tak terpengaruhi.
  • Derajat 1: Nyeri ringan dan memerlukan obat rasa nyeri, namun aktivitas jarang terpengaruhi
  • Derajat 2: Nyeri sedang dan tertolong dengan obat penghilang nyeri, tetapi mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Derajat 3: Nyeri sangat hebat dan tak berkurang walaupun telah menggunakan obat dan tak mampu bekerja. Kasus ini harus segera ditangani oleh dokter. (ZA)

(Disari dari: Dr. Harun Riyanto, Majalah Gemari)
keluargasehat.com

%d bloggers like this: