Mengendus Si Pencuri Tulang

Meski bukan penyakit baru, banyak orang yang belum paham penyebab dan pencegahannya. Terlebih osteoporosis bukan lagi milik lansia, tetapi juga mereka yang berusia muda.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda untuk mengendus penyakit “si pencuri tulang” ini.
Mengenali gejala:

  • Pada stadium awal, osteoporosis tidak memberikan gejala yang nyata.
  • Waspada bila merasa sakit di punggung bagian bawah, ada pemendekan tinggi badan.
  • Patah tulang akibat trauma ringan, terutama di tiga daerah rawan patah yaitu: pergelangan tangan, pinggul, punggung.
  • Nyeri tulang dan secara kebetulan ditemukan gambaran radiologis yang khas.
  • Akibat tulang punggung lemah, akan mudah jatuh dan retak, yang merupakan gejala umum terjadinya osteoporosis.
  • Bagian tubuh yang rawan patah, yaitu daerah leher, pangkal paha, tulang punggung, dan sekitar pergelangan tangan.

Siapakah yang berisiko:

  • Kurang aktivitas fisik dan olahraga.
  • Mengalami menopause lebih cepat (praecox).
  • Kurang estrogen: gangguan haid.
  • Menopause-estrogen meningkatkan penyerapan kalsium.
  • Terbiasa merokok/minum alkohol.
  • Serat berlebihan, kalisum dan vitamin D rendah
  • Berat badan di bawah normal/kurang gizi.
  • Memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga.
  • Pernah menggunakan obat-obatan steroid dalam waktu lama atau obat antitiroid secara berlebihan, dan kegemukan/ obesitas.

Manfaatkan aktivitas fisik:

  • Olahraga adalah salah satu senjata untuk menanggulangi osteopenia (penipisan tulang) maupun osteoporosis (keropos tulang).
  • Latihan fisik dalam pembentukan tulang yang sehat dan kuat akan bereaksi terhadap beban yang diterima.
  • Lakukan olahraga pembebanan secara teratur seperti jalan kaki, bersepeda, joging, dansa, tenis/bulutangkis, atau naik turun tangga. Sebaiknya kombinasikan dengan latihan kelenturan serta keseimbangan.

Manfaatkan sinar matahari:

  • Usahakan berjemur guna mendapatkan paparan sinar matahari pagi sebagai sumber vitamin D sekurang-kurangnya 10 menit lamanya, terutama antara pukul 06.00-09.00.
  • Sebaiknya tubuh yang terkena sinar matahari tidak dilindungi tabir surya maupun pakaian lengan panjang agar pembentukan vitamin D tidak terhalang.
  • Paparan sinar matahari bila tidak mencukupi bisa dibantu dengan minum suplemen vitamin D dosis 400-800 IU.

Tujuan Pencegahan

  • Memaksimalkan massa tulang pada semua usia dan jenis kelamin.
  • Mencegah timbulnya jatuh atau cedera, dan mempertahankan respon proteksi diri dan keseimbangan.
  • Pengobatan diperlukan untuk menurunkan risiko patah tulang dan bila terjadi penurunan kualitas hidup akibat osteoporosis.

Mendiagnosis Osteoporosis

  • Perlu pemeriksaan klinis yang cermat (berdasarkan gejala).
  • Perlu pemeriksaan penunjang melalui laboratorium.
  • Perlu pemeriksaan radiologi.
  • Perlu pemeriksaan densitometri (pemeriksaan kepadatan tulang yang sangat baik untuk mengetahui adanya gejala osteoporosis dini).

Senior / cybermed.cbn.net.id

%d bloggers like this: