Putsa Tak Sulit Dibuahkan

Oleh trubusid

Endang Sukaman, hobiis tanaman buah di Tangerang pusing bukan kepalang ketika bunga putsa taiwan batal menjadi buah karena rontok begitu saja. ‘Bagaimana mau menikmati buahnya, bunganya saja tidak bertahan lama,’ ungkap Endang. Padahal sudah macam-macam pupuk serta berbagai cara ia coba untuk membuat apel india itu berbuah. Hasilnya sama saja, bunga lebih memilih rontok daripada menjadi buah.

putsa

Hal ini sangat berbeda dengan putsa taiwan milik Eddy Soesanto, pemilik nurseri Tebu Wulung. Alumni ASRI Yogyakarta itu mengaku tidak memperlakukan khusus pada tanaman putsanya. ‘Saya heran ketika ditanya mengapa putsa tidak berbuah. Karena setahu saya tanaman putsa itu bandel,’ katanya.

Rontoknya bunga mungkin disebabkan oleh hujan atau angin. Namun, hal itu sangat jarang terjadi. Putsa miliknya kebanyakan ditanam dalam tabulampot ukuran 24 liter dan diletakkan di halaman tanpa naungan. ‘Lebih baik ditempatkan di luar naungan karena tanaman putsa membutuhkan sinar matahari penuh,’ tambahnya.

Pemangkasan

Menurutnya putsa adalah tanaman yang mudah tumbuh, berbunga, dan berbuah, tidak tergantung musim. ‘Bahkan kita bisa mengatur kapan putsa ingin kita buahkan,’ tambah pria asal Jepara itu. Untuk membungakan, lakukan pemangkasan terlebih dahulu. Seminggu sebelum pemangkasan, tanaman diberi pupuk NPK seimbang, 16:16:16. Atau, dapat juga menggunakan pupuk Urea, TSP, dan KCl untuk mengganti pupuk NPK yang harganya lebih mahal.

Satu bulan kemudian tanaman mulai berbunga dan berbuah seukuran bola bekel setelah 3 bulan sejak pemangkasan. Agar mendapatkan buah yang lebih besar, biasanya saat seukuran kelereng dijarangkan. Sebaiknya sisakan 2 buah saja di setiap ranting. ‘Kualitas buah pasti lebih baik: ukuran besar, kulit mulus, dan manis saat dicicipi,’ tutur Eddy.

Dari kasus-kasus putsa yang tidak berbuah, Eddy menyimpulkan biasanya karena tanaman sudah dewasa atau tua, dan jarang dipangkas. Pemangkasan dilakukan pada batang yang tumbuh meninggi atau memanjang. Pemangkasan ini penting, karena merangsang tunas dan bunga baru, serta menjaga pertumbuhan agar tidak ngelancir terus ke atas. Biasanya tinggi tanaman diusahakan sepandangan mata agar pengawasan terhadap buah juga mudah dilakukan. Musababnya putsa yang seukuran kelereng harus sudah dibungkus agar tidak menjadi sasaran lalat buah.

Pemangkasan dapat dilakukan untuk dua tujuan. Yang pertama untuk kepentingan artistik dengan tujuan mengisi cabang yang kosong serta menyeimbangkan bentuk tanaman, dan kedua untuk menumbuhkan bunga serta membuahkan. Untuk tujuan yang kedua ini, pemangkasan dapat dilakukan menyeluruh pada semua cabang tanaman.

Waspadai hama !

Membuahkan putsa tidak mem- butuhkan media yang sangat spesial dan mahal. Eddy menggunakan sekam mentah, pupuk kandang (biasanya kotoran kambing), serta tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Sengaja Eddy tidak menggunakan sekam bakar karena membuat media lebih becek, terlalu banyak menyerap air. Sebab pada dasarnya putsa menyukai daerah kering, tetapi jangan sampai kekurangan air. Penyiraman dilakukan tiap hari sampai cukup. Indikatornya air disiramkan sampai media betul-betul basah dan air merembes ke luar pot.

Penyiraman yang cukup ini juga salah satu hal penting yang sering dilupakan oleh pemilik tanaman putsa, sehingga bunga Ziziphus zizyphus itu rontok. Selain penyiraman, sebaiknya tanaman putsa dipupuk 1 bulan sekali dengan dosis NPK sekitar 1 sendok makan atau 25 gram (untuk tanaman umur setahun setelah okulasi). Tanaman yang lebih besar, dosis ditingkatkan menjadi 2-3 kali lipat. Lebih baik, pemupukan dilakukan sesering mungkin, misal dua minggu sekali dengan dosis setengahnya.

Setelah berbunga dan menjadi buah, hama yang diwaspadai adalah lalat buah Bactrocera sp. yang menyebabkan buah busuk dan rontok. Untuk mencegahnya, ketika buah seukuran kelereng segera dibungkus dengan plastik yang dilubangi atau pembungkus lain.

Selain lalat buah, hama yang biasa menyerang putsa adalah kutu putih dan penggerek batang. Untuk kutu putih, lakukan penyemprotan dengan pestisida, deterjen, dan perekat. Dengan deterjen, sarang kutu putih dapat membuka, sehingga pestisida dapat mengenai tubuh serangga. Namun, apabila serangan sudah parah, lebih baik daun-daun yang sudah terkena dipotong dan dimusnahkan. Hama penggerek batang dimatikan dengan cara menyumpalkan kapas yang dililitkan di ujung lidi dan dicelup pestisida ke dalam lubang masuknya. (Niken Anggrek Wulan)

Trubus-online.co.id

Advertisements
%d bloggers like this: