Adenium: Stek, sambung dan pisau

Saya pun sering mengalami hal yg sama jika menanam stek batang, sekarang potongan bonggol (utk rootstock) dan dibiarkan saja beberapa hari sampai kadang lebih seminggu di bawah rak (ditempat teduh). Sebelumnya luka diolesi fungisida daun dipangkas habis, kalau lemas atau agak mengkerut, dispray dengan larutan vit-B1 start.

adenium-stek

Jika luka udah sembuh baru ditanam di media yg biasa untuk adenium (sekam bakar + pasir malang + humus). Sekarang jumlah yg gagal tumbuh udah berkurang, tapi ada aja yg busuk. Metoda yg dibuat Mbak Thari sedang sy coba juga, batang di batang yg akan dipruning dilukai keliling, luka dibiarkan mengering kemudian bekas luka dililit dengan plastik gelap, pada bekas luka akan membengkak dan muncul kallus bakal akar, menurut mbak Thari daerah membengkak ini sudah terkumpul hormon yg dibutuhkan untuk numbuhkan akar. Setelah kallus cukup, bagian itu dipotong, luka diberi fungisida dan dibiarkan mengering.

Boleh dicoba metoda yg saya baca di majalah : Cabang yang hendak dipotong untuk stek, dilukai melingkari cabang, dibiarkan kering, besoknya dilukai lagi lebih dalam ditempat yg sama, dibiarkan kering sehari, hari ke tiga dilukai lebih dalam pada satu sisi batang dan dipatahkan arah berlawanan dengan sisi yang dilukai lebih dalam tapi jangan sampai putus, dibiarkan bengkok mengantung hingga bagian yang luka sembuh (bagian yang tersambung hanya sedikit). Beberapa hari kemudian luka sudah sembuh, bisa dipotong, luka yg sedikit diberi fungisida dan ditunggu mengering, dan ditanam. Sebaiknya daun-daun dipangkas habis dua hari sebelum bakal stek dipotong, jika daun dipangkas setelah batang dipotong getah yang banyak keluar akan mengurangi kandungan air batang bakal stek. Dengan cara ini kegagalan bisa diminimalkan. Bisa juga digabung dengan ide mbak Thari membungkus luka dgn bahan yg hitam untuk merangsang pembentukan kallus.

Saya gunakan pisau steril dengan cara dilap dengan tissue dibasahi alkohol 70% dan kemudian dibakar sebentar untuk menghilangkan alkohol di pisau. Pisau untuk pruning dan grafting cukup baik, dan tajam. Saya gunakan pisau stainless steel merek J.A. Henckel buatan German, tipis dan sangat tajam. Sekarang juga gunakan Victorinox bagus dan multifungsi hadiah dari salah satu rekan. (terimakasih bung Fendi). Belakangan ini Victorinox itu juga saya gunakan untuk mengambil pollen dan menyerbuki (benar2 multifungsi). Sebelumnya pakai pinset dengan ujung meruncing, karena ujung pinset tajam kalau gak hati2 putik bisa terluka, kemungkinan gagal tinggi.

Jika entres cukup besar saya pun suka yang flat graft, bekas luka lebih mulus, keuntungan lain entres yg digunakan bisa lebih pendek, jadi bisa dapat sambungan lebih banyak, apalagi jika entres terbatas.

Semoga berguna dan mudah2an berhasil,
kebonkembang.com

Advertisements
%d bloggers like this: