Teknologi Twin Clutch Bikin Irit Bahan Bakar

Sebenarnya teknologi twin clutch gear box, double clutch transmission atau ada juga yang menyebutnya dual clutch transmission pada mobil sudah bukan barang baru. Karena beberapa tahun belakangan, teknologi ini banyak diaplikasikan pada mobil-mobil terbaru.

Sampai saat ini tercatat merek-merek Eropa seperti Audi, dan Volkswagen telah menggunakannya, bahkan si Jepang Mitshubishi lewat Lancer Evo X nya juga menggunakan twin clutch. Twin clutch tentunya berbeda dengan mekanisme single clutch.

twinclucth_1

Bedanya jika mekanisme single clutch menggunakan satu kopling untuk semua perbandingan giginya. Pada mekanisme twin clutch yang digunakan pada mobil-mobil tadi, menggunakan kopling terpisah untuk perbandingan gigi ganjil dan genap. “Gigi 1, 3 dan 5 punya kopling sendiri. Begitu juga dengan 2, 4, dan 6 menggunakan kopling yang berbeda,” buka Tomoyuki Shinnishi, Unit Head Sales & Communication Division, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, ATPM Mitshubishi di Indonesia.

twinclucth_2

Cara kerjanya unik. Saat gigi 1 berputar, begitu mau pindah ke gigi 2, ada sensor yang memerintahkan agar gigi 2 berancang ancang dengan ikut berputar terlebih dahulu. Sehingga saat perpindahan dari gigi 1 ke gigi 2, akan lebih cepat karena perpindahan gigi terjadi tanpa ada moment puntir yang terbuang.

Dua gigi yang berputar bersama ini dimungkinkan terjadi karena gigi satu dan dua memiliki mekanisme kopling yang berbeda satu sama lain. Begitu juga saat perpindahan gigi selanjutnya. Akhirnya mesin tak perlu dibebani terlalu berat dengan perbandingan gigi berikutnya.

Efeknya, torsi pun tak perlu dikorbankan sehingga akselerasi makin responsif dan halus. Perpindahan antar gigi pun jadi lebih cepat. “Dan juga yang paling penting konsumsi bahan bakar makin ekonomis,” tambah Shinnish yang asli Jepang inii.

Kok bisa? Ya bisa lah, pada single clutch saat perpindahan gigi putaran mesin pasti akan turun drastis dan untuk mengembalikannya kita butuh bejek gas lebih dalam. Sedang pada twin clutch turunnya putaran mesin akan lebih sedikit. Pasti konsumsi bahan bakar sedikit berkurang.

Tapi sayangnya teknologi ini masih tergolong mahal. Buktinya enggak banyak mobil yang di jual di Indonesia yang sudah menggunakan teknologi ini. Padahal lumayan kalau bisa irit bahan bakar.

Penulis: Popo
otomotifnet.com

%d bloggers like this: