Atasi Infeksi Ginjal (Pyelonefritis) dengan Herbal

Oleh : Prof Hembing Wijayakusuma

Ginjal merupakan bagian utama dari sistem saluran kemih yang terdiri atas organ-organ tubuh yang berfungsi memproduksi maupun menyalurkan air kemih (urine) ke luar tubuh. Berbagai penyakit dapat menyerang komponen-komponen ginjal, antara lain yaitu infeksi ginjal.

Infeksi ginjal atau pyelonefritis merupakan peradangan pada jaringan ginjal, pada infeksi akut terjadi secara mendadak. Pyelonefritis akut merupakan salah satu penyakit ginjal yang sering ditemui. Gangguan ini tidak dapat dilepaskan dari infeksi saluran kemih. Umumnya bakteri yang menginfeksi ginjal berasal dari luar tubuh yang masuk melalui saluran kemih bagian bawah (uretra), merambat ke kandung kemih, lalu ke ureter (saluran kemih bagian atas yang menghubungkan kandung kemih dan ginjal) dan tibalah ke ginjal, yang kemudian menyebar dan dapat membentuk koloni infeksi dalam waktu 24-48 jam. Infeksi bakteri pada ginjal juga dapat disebarkan melalui alat-alat seperti kateter dan bedah urologis. Bakteri lebih mudah menyerang ginjal bila terdapat hambatan atau obstruksi saluran kemih yang mempersulit pengeluaran urin, seperti adanya batu atau tumor.

Sebagian besar infeksi ginjal maupun saluran kemih disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Selain itu, bakteri Pseudomonas aerugenosa, Staphylococcus aureus dan Streptococcus faecalis juga dapat menyebabkan infeksi. Bakteri-bakteri tersebut hidup dalam usus besar dan dalam keadaan normal dapat ditemukan di feses. Sehingga diduga sumber infeksi umumnya berasal dari anus, sebab tempat kedua lubang pelepasan tersebut berdekatan.

Infeksi ginjal lebih sering terjadi pada wanita, hal ini karena saluran kemih bagian bawahnya (uretra) lebih pendek dibandingkan laki-laki, dan saluran kemihnya terletak berdekatan dengan vagina dan anus, sehingga lebih cepat mencapai kandung kemih dan menyebar ke ginjal. Insiden penyakit ini juga akan bertambah pada wanita hamil dan pada usia di atas 40 tahun. Demikian pula, penderita kencing manis/diabetes mellitus dan penyakit ginjal lainnya lebih mudah terkena infeksi ginjal dan saluran kemih.

Gejala pada infeksi ginjal akut memperlihatkan tanda-tanda yang jelas dan berkembang dengan cepat, seperti nyeri pingggang di daerah ginjal, air kemih seperti berawan dan berbau amis, sakit kepala, demam, menggigil, mual, muntah, terasa lemah dan lelah, napsu makan berkurang. Karena infeksi ginjal umumnya disertai infeksi saluran kemih, maka sewaktu buang air kecil terasa sakit dan panas seperti terbakar dan anyang-anyangan. Berbeda dengan infeksi ginjal akut, infeksi yang kronis hampir tidak menunjukkan gejala, paling demam, sakit pinggang dan sakit perut yang tidak begitu nyata. Penyakitnya baru diketahui jika dilakukan pemeriksaan darah, urin atau ginjalnya dirontgen. Baru pada masa akhirnya ginjal menjadi rusak dan menyusut hingga dapat terjadi gagal ginjal.

Infeksi ginjal akut setelah diobati beberapa minggu biasanya akan sembuh tuntas. Namun residu infeksi bakteri dapat menyebabkan penyakit kambuh kembali terutama pada penderita yang kekebalan tubuhnya lemah seperti penderita diabetes atau adanya sumbatan/hambatan aliran urin misalnya oleh batu, tumor dan sebagainya.

Untuk membantu perawatan infeksi ginjal, berikut beberapa hal yang harus dilakukan :

  • Minumlah banyak air (sekitar 2,5 liter ) untuk membantu pengosongan kandung kemih serta kontaminasi urin.
  • Perhatikan makanan (diet) supaya tidak terbentuk batu ginjal
  • Banyak istirahat di tempat tidur
  • Terapi antibiotika

Untuk mencegah terkena infeksi ginjal adalah dengan memastikan tidak pernah mengalami infeksi saluran kemih, antara lain dengan memperhatikan cara membersihkan setelah buang air besar, terutama pada wanita. Senantiasa membersihkan dari depan ke belakang, jangan dari belakang ke depan. Hal tersebut untuk mencegah kontaminasi bakteri dari feses sewaktu buang air besar agar tidak masuk melalui vagina dan menyerang uretra. Pada waktu pemasangan kateter harus diperhatikan kebersihan dan kesterilan alat agar tidak terjadi infeksi.

Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan infeksi ginjal mempunyai khasiat sebagai antiradang, antiinfeksi, menurunkan panas, dan diuretik (peluruh kemih). Tumbuhan obat yang dapat digunakan, antara lain :

  1. Kumis kucing (Ortthosiphon aristatus)
  2. Meniran (Phyllanthus urinaria)
  3. Sambiloto (Andrographis paniculata)
  4. Pegagan (Centella asiatica)
  5. Daun Sendok (Plantago major)
  6. Akar alang-alang (Imperata cyllindrica)
  7. Rambut Jagung (Zea mays)
  8. Krokot (Portulaca oleracea)
  9. Jombang (Taraxacum mongolicum)
  10. Rumput mutiara(Hedyotys corymbosa)

Berikut beberapa resep dari herbal untuk mengtasi infeksi ginjal.

Resep 1.
60 gram tumbuhan kumis kucing yang segar + 30 gram daun sendok segar + 30 gram rumput mutiara segar, dicuci bersih, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Resep 2.
30 gram meniran segar + 60 gram akar alang-alang segar + 30 gram pegagan segar, dicuci bersih, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 3.
20 gram sambiloto segar + 60 gram krokot segar + 60 gram rambut jagung segar, dicuic bersih, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Catatan :

  • Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur.
  • Apabila menggunakan bahan-bahan kering, gunakan takaran setengahnya (misalnya : 30 gram pegagan segar kalau yang kering gunakan 15 gram)
  • Untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex.

cybermed.cbn.net.id

%d bloggers like this: