Kuncian Upgrade CVT

Merombak komponen CVT harus dipikirkan ekstra matang. Kalau kurang paham maksud dan tujuannya mending diurungkan aja. Jangan sampai sudah ganti ini dan itu, eh hasilnya tidak seperti yang dibayangkan. Kuncinya jangan mudah kemakan iklan deh!

Memasuki bahasan ke-4 kuncian upgrade CVT, Adi Sutisna banyak mengkritisi part racing atau trik-trik yang menurutnya menyesatkan konsumen. Berikut ini pendapat kontroversial ahli skutik yang bermarkas di RC Speed, Jl. Rempoa Raya No.7, Jaksel.

ROLLER

cvt1

Seperti dijelaskan edisi sebelumnya, roller CVT bekerja berdasarkan gaya sentrifugal. Artinya, jika bobot lebih berat maka akan terlempar ke luar lebih cepat. Pola ini enggak akan berubah. Lantas apa komentar Adi terhadap trik mekanik yang memasang roller berbobot selang-seling? Konon trik ini untuk mengejar putaran bawah dan atas.

“Jelas enggak mungkin. Roller yang bobotnya lebih berat akan terlempar duluan. Jadi sebenarnya yang bekerja cuma 3 roller. Saya pernah bandingkan kok,” lantang Adi mantap.

Harus diperhatikan pula bahwa mengganti bobot roller harus memperhitungkan torsi mesin. Sebab bukan berarti setelah mengganti roller lebih berat lantas lebih responsif. Terlalu cepat roller terlempar tanpa diikuti penambahan tenaga mesin hasilnya tidak akan bagus. Begitupun sebaliknya.

PER CVT

cvt2

Per CVT terpasang pada puli sekunder. Ketika roller terlempar, V-belt akan menekan piringan geser pada puli sekunder. Perbandingan diameter puli primer dan puli sekunder berubah seiring dengan putaran mesin. Nah, kalau per CVT terlampau keras, mesin akan meraung tapi laju roda tidak berbambah.

Lagi-lagi antara bobot roller dan kekerasan per CVT serta torsi mesin harus diperhitungkan. Kalau tidak, mesin akan enak putaran bawah aja tapi memble atasnya. Atau justru sebaliknya. Apalagi mutu per CVT yang diklaim racing ketahanannya masih dipertanyakan. Banyak yang ngeluh 3 bulan pakai udah lemes.

BIG PULLEY

cvt3

Sekarang banyak toko skutik menawarkan big pulley atau puli primer dengan ukuran lebih besar. Promosinya top speed naik karena saat putaran atas perbandingan diameter puli primer dan sekunder berubah (lebih berat dibanding standar).

“Kalau diikuti mengganti V-belt lebih panjang mungkin benar. Tapi kalau V-belt ukuran standar ya mana mungkin. Saat putaran tinggi V-belt sudah sangat kencang. Meskipun pakai puli primer lebih besar akan mubazir,” ungkap Adi yang berjanji menularkan ilmu upgrade CVT buat mesin standar di edisi depan.

Penulis : Zoelis
Otomotifnet.com

Advertisements
%d bloggers like this: